Atranac

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) > Atranac

By | 02/07/2015
Kandungan
Na Diklofenak / Diclofenac .
Indikasi
Peradangan &; bentuk degeneratif reumatisme, artritis rematika (encok), ankylosing spondylitis, osteoartrosis (artritis menahun yang tidak bersifat radang) &; spondilartritis.
Nyeri pada tulang belakang.
Reumatik non artikular.
Serangan gout akut.
Kontra Indikasi
Ulkus peptikum.
Perhatian
Penyakit saluran pencernaan, asma, gangguan fungsi hati, jantung, atau ginjal.
Usia lanjut.
Pasien yang menggunakan diuretik.
Dianjurkan untuk memonitor secara periodik fungsi hati &; hitung jumlah darah selama terapi jangka panjang.
Kehamilan, menyusui.
Porfiria.
Kehilangan volume ekstraseluler.
Interaksi obat : Lithium, Metotreksat, Digoksin, Siklosporin, diuretika, antikoagulan, antidiabetik oral, Quinolon.
Efek Samping
Gangguan saluran cerna, sakit kepala, pusing, vertigo, kemerahan pada kulit, peningkatan serum transaminase.
Jarang : ulkus peptikum, perdarahan saluran pencernaan, abnormalitas fungsi ginjal, reaksi hipersensitif, hepatitis.
Kasus tertentu : gangguan perasaan atau penglihatan, gangguan sistem kardiovaskular &; pankreatitis, striktur/penyempitan usus seperti diafragma, meningitis aseptik, pneumonitis, eritema multiformis, diskrasia darah, purpura, eritroderma, sindroma Lyell, sindroma Stevens-Johnson.
Kategori Keamanan Kehamilan
Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
Kemasan
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Atranac enteric-coated tablet 25 mg
5 × 10’s (Rp39,600/boks)
Atranac enteric-coated tablet 50 mg
5 × 10’s (Rp66,000/boks)
Dosis
Dewasa : 2-3 kali sehari 50 mg.
Kasus yang lebih ringan : 75-100 mg/hari.
Anak berusia lebih dari 1 tahun : 0,5-2 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi.
Pemberian Obat
Sebaiknya diberikan bersama makanan : Berikan segera sesudah makan. Telan utuh, jangan dikunyah/dihancurkan
HARGA  :
Rp. 45.540/kemasan
Produsen
Corsa.
sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.