Arimed

By | Juli 19, 2021 |

ARIMED®
Tablet Meloxicam

Resiko Kardiovaskuler

  • AINS dapat menyebabkan peningkatan resiko trombotik kardiovaskuler serius, infark miokard dan stroke, yang dapat berakibat fatal. Resiko meningkat dengan lamanya penggunaan, pasien dengan penyakit kardiovaskuler atau memiliki faktor resiko penyakit kardiovaskuler (Lihat PERINGATAN)
  • Meloxicam dikontraindikasikan untuk pengobatan nyeri peri-operatif pada bedah pintas koroner (Lihat PERINGATAN)

Resiko pada saluran cerna

  • AINS menyebabkan peningkatan resiko efek samping serius pada saluran cema, termasuk perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung dan usus yang dapat berakibat fatal. Efek Samping ini dapat terjadi kapanpun selama penggunaan, tanpa adanya gejala peringatan. Pasien lansia beresiko lebih besar untuk efek samping serius pada saluran cerna (Lihat PERINGATAN)

KOMPOSISI :
ARIMED 7,5 Tiap tablet mengandung Meloxicam……………….. 7,5 mg
ARIMED 15 Tiap tablet mengandung Meloxicam……………….. 15 mg

CARA KERJA OBAT :
Meloxicam merupakan NSAID yang menunjukkan aktivitas kerja sebagai antiinflamasi. Waktu paruh dalam plasma lebih dari 45 jam sehingga dapat diberikan sehari sekali. Absorbsi berlangsung cepat di lambung, terikat 99% pada protein plasma. Obat ini menjalani siklus enterohepatik.
Kadar taraf mantap dikapsulai sekitar 7-10 hari.

Indikasi :
Untuk terapi osteoartritis dan remathoidartritis.

Dosis :
– Osteoarthritis : 7,5 mg/hari, jika perlu dosis dapat ditingkatkan menjadi 15 mg/hari.
– Rhematoid Arthritis : 15 mg/hari diturunkan menjadi 7,5 mg/hari.
– Pasien gagal ginjal maksimal 7,5 mg/hari.
– Dosis untuk anak-anak belum ditetapkan, oleh karena itu penggunaan dibatasi pada pasien dewasa.
– Pada pasien dengan resiko peningkatan efek samping obat, pengobatan awal pada dosis 7,5 mg/hari.
– Maksimal dosis perhari yang diperbolehkan 15 mg.

PERINGATAN :
EFEK KARDIOVASKULER
Kejadian trombotik kardiovaskuler
Uji klinis dengan berbagai COX-2 selektif dan AINS nonselektif sampai dengan tiga tahun menunjukkan peningkatan resiko trombotik kardiovaskuler (KV) serius, infark miokard dan stroke, yang dapat berakibat fatal. Semua AINS, baik COX-2 selektif maupun nonselektif, dapat menyebabkan resiko yang sama. Resiko meningkat pada pasien dengan penyakit KV atau memiliki faktor resiko penyakit KV.
Untuk mengurangi resiko efek samping tersebut, AINS harus diberikan dengan dosis efektif terendah dan lama pengobatan sesingkat mungkin. Dokter dan pasien harus waspada terhadap terjadinya efek samping tersebut, walaupun tidak ada gejala KV sebelumnya. Pasien harus diberi informasi mengenai tanda dan/atau gejala KV serius dan langkah yang harus dilakukan jika tanda dan/atau gejala tersebut muncul. Tidak ada bukti bahwa penggunaan bersama asetosal dapat mengurangi peningkatan resiko efek samping trombotik KV serius oleh AINS. Penggunaan AINS bersama dengan asetosal justru meningkatkan resiko efek samping serius pada saluran cerna (lihat PERINGATAN Saluran Cerna).
Dua uji klinis yang besar dan berpembanding dengan AINS yang COX-2 selektif untuk pengobatan nyeri 10-14 hari setelah bedah pintas koroner menunjukkan peningkatan kejadian infark miokard dan stroke.

Hipertensi
AINS, termasuk Meloxicam, dapat menyebabkan munculnya hipertensi baru atau memperberat hipertensi yang sudah ada yang dapat berakibat pada peningkatan efek samping KV. AINS dapat menurunkan efek anti hipertensi tiazid atau diuretik kuat. AINS, termasuk Meloxicam, harus digunakan dengan hati-hati pada pasien hipertensi. Tekanan darah harus dimonitor sejak awal dan selama terapi dengan AINS.

Gagal Jantung Kongestif dan Edema
Retensi cairan dan edema telah terlihat pada beberapa pasien yang menggunakan AINS. Meloxicam harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan retensi cairan atau gagal jantung.

Saluran Cerna- Resiko Ulserasi, Perdarahan dan Perforasi 
AINS, termasuk Meloxicam, dapat menyebabkan efek samping saluran cerna serius termasuk inflamasi, perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung dan usus yang dapat berakibat fatal. Efek Samping serius ini dapat terjadi kapanpun dengan atau tanpa gejala peringatan.
Hanya 1 dari 5 pasien yang mengalami efek samping serius pada saluran cerna atau menunjukkan gejala.
Ulkus pada saluran cerna atas, perdarahan atau perforasi yang disebabkan AINS terjadi pada sekitar 1 % pasien yang diobati selama 3-6 bulan, pada kira-kira 2-4% pasien yang diobati selama satu tahun dan penggunaan yang lebih lama cenderung meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping saluran cerna serius. Namun terapi jangka pendek bukan berarti tanpa resiko.

AINS harus diresepkan dengan sangat hati-hati pada pasien yang memiliki riwayat tukak atau perdarahan saluran cerna. Pasien dengan riwayat tukak peptik dan atau perdarahan saluran cerna yang menggunaan AINS memiliki resiko terjadinya perdarahan saluran cerna 10 kali lipat dibandingkan dengan pasien tanpa faktor resiko tersebut. Faktor lain yang meningkatkan resiko perdarahan cerna adalah penggunaan bersama kortikosteroid atau antikoagulan oral, penggunaan AINS yang lama, merokok, penggunaan Alkohol, usia
lanjut atau pasien yang sangat lemah. Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan dalam mengobati populasi ini.

Untuk mengurangi resiko efek samping saluran cerna pada pasien yang diobati dengan AINS, dosis efektif terendah harus diberikan dengan lama pengobatan sesingkat mungkin. Dokter dan pasien harus waspada terhadap tanda dan gejala ulserasi dan perdarahan saluran cema selama terapi dengan AINS. Jika dicurigai adanya efek samping saluran cerna yang serius, segera dilakukan evaluasi serta pengobatan tambahan. Untuk pasien beresiko tinggi terapi alternatif yang tidak melibatkan AINS dapat dipertimbangkan.

Efek Samping :
– Gastrointestinal: dyspepsia, nausea, vomiting, abdomen pain, diare.
– Hematologi: anemia, gangguan pada hitung darah (leukopenia, trombositopenia).
– Dermatological: pruritus, skin rash.
– Respiratory: acute asma.
– CNS: headache, vertigo tinitus, drawsiness.
– CV: oedema, kenaikan tekanan darah.
– Genitourinary: abnormal parameter fungsi renal.
– Fungsi hati: kenaikan transaminase atau bilirubin.

Kontra Indikasi :
– Perdarahan gastrointestinal dan serebrovaskuler, asma, ulkus peptic aktif, insufisiensi ginjal berat non dialysis, insufisisiensi hati berat, gangguan perdarahan lainnya.
– Anak-anak di bawah 15 tahun, wanita hamil dan menyusui.
– Penderita hipersensitif terhadap komponen-komponen obat.

INTERAKSI OBAT:
Pemberian bersamaan dengan NSAID, antikoagulan oral, tiklopidin, heparin, trombolitik, methotreksat, litium, antihipertensi dan siklosporin.

CARA PENYIMPANAN :
Simpan di tempat sejuk (15-25)°C dan kering.

Kemasan:
ARIMED 7,5 mg, Dus isi 2 Strip @ 10 Tablet. No. Reg.: DKL0533206310A1
ARIMED 15 mg, Dus isi 2 Strip @ 10 TableL No. Reg.: DKL0533206310B1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Diproduksi Oleh :
PT PROMEDRAHARDJO FARMASI INDUSTRI
Sukabumi – Indonesia

Sekilas Tentang Promed
Promed atau Promedrahardjo Farmasi Industri adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang berdiri pada 1997. Perusahaan ini memiliki lokasi pabrik di Sukabumi, Jawa Barat seluas 18 ribu meter persegi. Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB sehingga kualitas produk tetap terjamin.

Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis produk farmasi meliputi obat, vitamin, suplemen, dan sebagainya dalam berbagai bentuk sediaan. Untuk pemasaran dan distribusi produk, perusahaan ini melakukannya melalui PT Penta Valent, PT Kallista Prima, PT Lawsim Zecha, PT Binaya Jaya, dan lain-lain. Beberapa produk yang diproduksi seperti Anoxi, Fuco, Dolartam, Granitron, Luteron, dan masih banyak lagi yang lainnya. PT Promedrahardjo Farmasi Industri memiliki kantor pusat di Graha Agape, Rawamangun, Jakarta.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *