Arimed

ARIMED®
Tablet Meloxicam

Resiko Kardiovaskuler

  • AINS dapat menyebabkan peningkatan resiko trombotik kardiovaskuler serius, infark miokard dan stroke, yang dapat berakibat fatal. Resiko meningkat dengan lamanya penggunaan, pasien dengan penyakit kardiovaskuler atau memiliki faktor resiko penyakit kardiovaskuler (Lihat PERINGATAN)
  • Meloxicam dikontraindikasikan untuk pengobatan nyeri peri-operatif pada bedah pintas koroner (Lihat PERINGATAN)

Resiko pada saluran cerna

  • AINS menyebabkan peningkatan resiko efek samping serius pada saluran cema, termasuk perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung dan usus yang dapat berakibat fatal. Efek Samping ini dapat terjadi kapanpun selama penggunaan, tanpa adanya gejala peringatan. Pasien lansia beresiko lebih besar untuk efek samping serius pada saluran cerna (Lihat PERINGATAN)

KOMPOSISI :
ARIMED 7,5 Tiap tablet mengandung Meloxicam……………….. 7,5 mg
ARIMED 15 Tiap tablet mengandung Meloxicam……………….. 15 mg

CARA KERJA OBAT :
Meloxicam merupakan NSAID yang menunjukkan aktivitas kerja sebagai antiinflamasi. Waktu paruh dalam plasma lebih dari 45 jam sehingga dapat diberikan sehari sekali. Absorbsi berlangsung cepat di lambung, terikat 99% pada protein plasma. Obat ini menjalani siklus enterohepatik.
Kadar taraf mantap dikapsulai sekitar 7-10 hari.

Sekilas Tentang Meloxicam Pada Arimed
Meloxicam adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang digunakan untuk meredakan gejala radang sendi, dismenore primer, demam; dan sebagai analgesik, terutama jika ada komponen inflamasi. Ini telah dikembangkan oleh Boehringer-Ingelheim. Ini terkait erat dengan piroksikam.

Di Eropa dipasarkan dengan merek Movalis, Melox, dan Recoxa. Di AS umumnya dipasarkan dengan nama merek Mobic, di Kanada sebagai Mobicox. Di Amerika Latin, obat ini dipasarkan sebagai Tenaron.

Farmakologi

Meloxicam adalah NSAID (Non-steroidal anti-inflammatory drug) dan termasuk dalam kelas obat yang disebut kelompok asam enolat, yang secara struktural terkait dengan piroksikam. Meloxicam secara signifikan menurunkan gejala nyeri, fungsi, dan kekakuan pada pasien, dengan insiden efek samping gastrointestinal yang rendah. Dalam model, itu menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, analgesik, dan antipiretik. Mekanisme kerjanya mungkin terkait dengan penghambatan prostaglandin sintetase (siklooksigenase) (COX).

Meloxicam telah ditunjukkan, terutama pada dosis terapeutiknya yang rendah, untuk secara selektif menghambat COX-2 daripada COX-1.

Keuntungan utama dari keluarga obat Oxicam adalah waktu paruhnya yang panjang yang memungkinkan pemberian dosis sekali sehari.

Efek samping

Penggunaan meloxicam dapat menyebabkan keracunan dan pendarahan gastrointestinal, tinitus, sakit kepala, ruam, tinja yang sangat gelap atau hitam (tanda pendarahan usus). Risiko efek samping yang merugikan lebih rendah dibandingkan dengan piroksikam, diklofenak, atau naproksen. Meskipun meloxicam memang menghambat tromboksan A, tampaknya tidak melakukannya pada tingkat yang akan mengganggu fungsi trombosit.

Dalam situasi yang jarang terjadi, itu bisa menyebabkan penyakit hati yang serius. Jika ada sensasi kelelahan dan/atau sakit hati, asupan harus dihentikan.

Meloxicam dilisensikan di Eropa untuk pengobatan rheumatoid arthritis, untuk penggunaan jangka pendek pada osteoarthritis dan untuk ankylosing spondylitis. Pada tahun 2004 telah disetujui untuk digunakan dalam mengobati osteoarthritis di Amerika Serikat.

Penggunaan pada hewan

Meloxicam juga digunakan di bidang kedokteran hewan, paling sering pada anjing dan sapi, tetapi juga pada hewan lain seperti kucing. Ini dipasarkan dengan nama merek Metacam. Ini memiliki efek samping yang sama pada hewan seperti manusia, tetapi efek samping utama adalah iritasi gastrointestinal (muntah, diare dan ulserasi). Efek samping yang lebih jarang tetapi penting termasuk toksisitas hati dan ginjal. Keamanan penggunaan Meloxicam pada kucing dalam jangka waktu lama belum ditetapkan.

Arimed Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Arimed?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Arimed adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Untuk terapi osteoartritis dan remathoidartritis.

Dosis :
– Osteoarthritis : 7,5 mg/hari, jika perlu dosis dapat ditingkatkan menjadi 15 mg/hari.
– Rhematoid Arthritis : 15 mg/hari diturunkan menjadi 7,5 mg/hari.
– Pasien gagal ginjal maksimal 7,5 mg/hari.
– Dosis untuk anak-anak belum ditetapkan, oleh karena itu penggunaan dibatasi pada pasien dewasa.
– Pada pasien dengan resiko peningkatan efek samping obat, pengobatan awal pada dosis 7,5 mg/hari.
– Maksimal dosis perhari yang diperbolehkan 15 mg.

PERINGATAN :
EFEK KARDIOVASKULER
Kejadian trombotik kardiovaskuler
Uji klinis dengan berbagai COX-2 selektif dan AINS nonselektif sampai dengan tiga tahun menunjukkan peningkatan resiko trombotik kardiovaskuler (KV) serius, infark miokard dan stroke, yang dapat berakibat fatal. Semua AINS, baik COX-2 selektif maupun nonselektif, dapat menyebabkan resiko yang sama. Resiko meningkat pada pasien dengan penyakit KV atau memiliki faktor resiko penyakit KV.
Untuk mengurangi resiko efek samping tersebut, AINS harus diberikan dengan dosis efektif terendah dan lama pengobatan sesingkat mungkin. Dokter dan pasien harus waspada terhadap terjadinya efek samping tersebut, walaupun tidak ada gejala KV sebelumnya. Pasien harus diberi informasi mengenai tanda dan/atau gejala KV serius dan langkah yang harus dilakukan jika tanda dan/atau gejala tersebut muncul. Tidak ada bukti bahwa penggunaan bersama asetosal dapat mengurangi peningkatan resiko efek samping trombotik KV serius oleh AINS. Penggunaan AINS bersama dengan asetosal justru meningkatkan resiko efek samping serius pada saluran cerna (lihat PERINGATAN Saluran Cerna).
Dua uji klinis yang besar dan berpembanding dengan AINS yang COX-2 selektif untuk pengobatan nyeri 10-14 hari setelah bedah pintas koroner menunjukkan peningkatan kejadian infark miokard dan stroke.

Hipertensi
AINS, termasuk Meloxicam, dapat menyebabkan munculnya hipertensi baru atau memperberat hipertensi yang sudah ada yang dapat berakibat pada peningkatan efek samping KV. AINS dapat menurunkan efek anti hipertensi tiazid atau diuretik kuat. AINS, termasuk Meloxicam, harus digunakan dengan hati-hati pada pasien hipertensi. Tekanan darah harus dimonitor sejak awal dan selama terapi dengan AINS.

Gagal Jantung Kongestif dan Edema
Retensi cairan dan edema telah terlihat pada beberapa pasien yang menggunakan AINS. Meloxicam harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan retensi cairan atau gagal jantung.

Saluran Cerna- Resiko Ulserasi, Perdarahan dan Perforasi 
AINS, termasuk Meloxicam, dapat menyebabkan efek samping saluran cerna serius termasuk inflamasi, perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung dan usus yang dapat berakibat fatal. Efek Samping serius ini dapat terjadi kapanpun dengan atau tanpa gejala peringatan.
Hanya 1 dari 5 pasien yang mengalami efek samping serius pada saluran cerna atau menunjukkan gejala.
Ulkus pada saluran cerna atas, perdarahan atau perforasi yang disebabkan AINS terjadi pada sekitar 1 % pasien yang diobati selama 3-6 bulan, pada kira-kira 2-4% pasien yang diobati selama satu tahun dan penggunaan yang lebih lama cenderung meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping saluran cerna serius. Namun terapi jangka pendek bukan berarti tanpa resiko.

AINS harus diresepkan dengan sangat hati-hati pada pasien yang memiliki riwayat tukak atau perdarahan saluran cerna. Pasien dengan riwayat tukak peptik dan atau perdarahan saluran cerna yang menggunaan AINS memiliki resiko terjadinya perdarahan saluran cerna 10 kali lipat dibandingkan dengan pasien tanpa faktor resiko tersebut. Faktor lain yang meningkatkan resiko perdarahan cerna adalah penggunaan bersama kortikosteroid atau antikoagulan oral, penggunaan AINS yang lama, merokok, penggunaan Alkohol, usia
lanjut atau pasien yang sangat lemah. Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan dalam mengobati populasi ini.

Untuk mengurangi resiko efek samping saluran cerna pada pasien yang diobati dengan AINS, dosis efektif terendah harus diberikan dengan lama pengobatan sesingkat mungkin. Dokter dan pasien harus waspada terhadap tanda dan gejala ulserasi dan perdarahan saluran cema selama terapi dengan AINS. Jika dicurigai adanya efek samping saluran cerna yang serius, segera dilakukan evaluasi serta pengobatan tambahan. Untuk pasien beresiko tinggi terapi alternatif yang tidak melibatkan AINS dapat dipertimbangkan.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Arimed Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Arimed, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Arimed?

Jika Anda lupa menggunakan Arimed, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Arimed Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Arimed?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Arimed yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Arimed?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Arimed yang mungkin terjadi adalah:


– Gastrointestinal: dyspepsia, nausea, vomiting, abdomen pain, diare.
– Hematologi: anemia, gangguan pada hitung darah (leukopenia, trombositopenia).
– Dermatological: pruritus, skin rash.
– Respiratory: acute asma.
– CNS: headache, vertigo tinitus, drawsiness.
– CV: oedema, kenaikan tekanan darah.
– Genitourinary: abnormal parameter fungsi renal.
– Fungsi hati: kenaikan transaminase atau bilirubin.

Kontraindikasi :
– Perdarahan gastrointestinal dan serebrovaskuler, asma, ulkus peptic aktif, insufisiensi ginjal berat non dialysis, insufisisiensi hati berat, gangguan perdarahan lainnya.
– Anak-anak di bawah 15 tahun, wanita hamil dan menyusui.
– Penderita hipersensitif terhadap komponen-komponen obat.

INTERAKSI OBAT:
Pemberian bersamaan dengan NSAID, antikoagulan oral, tiklopidin, heparin, trombolitik, methotreksat, litium, antihipertensi dan siklosporin.

CARA PENYIMPANAN :
Simpan di tempat sejuk (15-25)°C dan kering.

Kemasan:
ARIMED 7,5 mg, Dus isi 2 Strip @ 10 Tablet. No. Reg.: DKL0533206310A1
ARIMED 15 mg, Dus isi 2 Strip @ 10 TableL No. Reg.: DKL0533206310B1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Diproduksi Oleh :
PT. PROMEDRAHARDJO FARMASI INDUSTRI
Sukabumi – Indonesia

Sekilas Tentang Promed
Promed atau Promedrahardjo Farmasi Industri adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang berdiri pada 1997. Perusahaan ini memiliki lokasi pabrik di Sukabumi, Jawa Barat seluas 18 ribu meter persegi. Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB sehingga kualitas produk tetap terjamin.

Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis produk farmasi meliputi obat, vitamin, suplemen, dan sebagainya dalam berbagai bentuk sediaan. Untuk pemasaran dan distribusi produk, perusahaan ini melakukannya melalui PT. Penta Valent, PT. Kallista Prima, PT. Lawsim Zecha, PT. Binaya Jaya, dan lain-lain. Beberapa produk yang diproduksi seperti Anoxi, Fuco, Dolartam, Granitron, Luteron, dan masih banyak lagi yang lainnya. PT. Promedrahardjo Farmasi Industri memiliki kantor pusat di Graha Agape, Rawamangun, Jakarta.