Anidulafungin

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Antijamur > Anidulafungin

By | 28/06/2019

Indikasi

Anidulafungin adalah obat yang digunakan dalam terapi pengobatan beberapa jenis infeksi jamur. Obat ini termasuk dalam kelas echinocandin yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur. Anidulafungin efektif untuk mengatasi infeksi jamur kandida dan aspergillus.

Farmakologi

Anidulafungin merupakan suatu obat yang termasuk dalam kelas echinocandin yang berasal dari fermentasi aspergillus nidulans. Anidulafungin bekerja dengan menghalangi sintesa 1,3-β-D-glucan, suatu komponen esensial yang ada pada dinding sel jamur yang kemudian berakibat pada terjadinya ketidakseimbangan osmotik dan kematian sel jamur. Anidulafungin efektif untuk mengatsi infeksi jamur akibat kandida (candida albicans, candida glabrata, candida parapsilosis, candida tropicalis) dan aspergillus namun tidak efektif untuk infeksi akibat cryptococcus neoformans, trichosporon, fusarium, atau zygomycetes.

Farmakokinetik

  • Distribusi: volume distribusi: 30-50 L. Pengikatan protein plasma: > 99%;
  • Metabolisme: tidak dimetabolisme di hati. Mengalami degradasi kimia menjadi bentuk tidak aktif melalui pH tubuh dan suhu;
  • Ekskresi: feses: < 10% (sebagai obat tidak berubah); urin: 1%. Waktu paruh eliminasi terminal: 40-50 jam.

Kontra Indikasi

  • Anidulafungin dikontraindikasikan pemberiannya pada mereka yang memiliki alergi atau hipersensitif terhadap anidulafungin dan pada obat kelas echinocandin lainnya.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi akibat pemberian anidulafungin meliputi:

Koagulopati, trombositopenia, fibrilasi atrium, aritmia sinus, sakit pada mata, penglihatan kabur, keabnormalan tes fungsi hati, kolestatis, nekrosis hati, infeksi klostridial, peningkatan (emilase, bilirubin, CPK, perpanjangan elektrokardiogram QT, transferase gammaglutamyl, lipase, perpanjangan waktu protombin, urea), penurunan kadar potasium, kejang, pusing, batuk, eritema, edema angioneurotik, urtikaria, flebitis/tromboflebitis, pruritus, dyspnea, hipotensi, mual, diare, neutropenia, hipokalemia.

Jika efek samping di atas terjadi dan semakin memburuk, segera cari pertolongan melalui unit pelayanan kesehatan terdekat.

Peringatan dan Perhatian

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki alergi terhadap anidulafungin dan obat kelas echinocandin lainnya;
  • Pasien dengan kondisi serius yang menerima beberapa obat yang digunakan bersamaan dengan anidulafungin dapat mengalami keabnormalan hati seperti hepatitis, gangguan fungsi hati, atau kondisi hati memburuk. Lakukan pemantauan fungsi hati selama pengobatan;
  • Beritahu pada dokter mengenai obat-obatan yang saat ini sedang Anda gunakan;
  • Anidulafungin tidak boleh digunakan oleh wanita hamil karena dapat membahayakan janin;
  • Belum diketahui apakah anidulafungin aman digunakan oleh wanita menyusui. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter;
  • Belum ada data yang mencukupi mengenai keamanan penggunaan anidulafungin pada individu berusia dibawah 16 tahun.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis

Kandidiasis esofagus

Dewasa: intravena: dosis muatan 100 mg pada hari ke-1, kemudian 50 mg sekali sehari pada hari berikutnya. Lanjutkan pengobatan untuk setidaknya 14 hari dan diikuti dengan untuk setidaknya 7 hari berikutnya setelah resolusi gejala. Maksimal kadar infus: 1,1 mg/menit.

Kandidiasis invasif, abses intra-abdominal, pertonitis

Dewasa: intravena: dosis muatan 200 mg pada hari ke-1, kemudian 100 mg sekali sehari pada hari berikutnya. Lanjutkan perawatan untuk setidaknya 14 hari setelah tercapainya kultur positif. Maksimal tingkat infus: 1,1 mg/menit

  • Lansia: tidak diperlukan penyesuaian dosis.
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Sediaan dan Rute Pemberian

  • Serbuk injeksi 100 mg, intravena;
  • Serbuk injeksi terliofilisasi 50 mg/15 ml, intravena;
  • Serbuk injeksi terliofilisasi 100 mg/30 ml, intravena.

Penyimpanan

Sebagai solusi rekonstitusi: penyimpanan hingga 1 jam antara suhu 2-8°C sebelum rekonstitusi. Solusi infus: penyimpanan antara suhu 2-8°C dan harus diberikan dalam waktu 24 jam. Jangan dibekukan.

Nama Brand

Eraxis, Ecalta, Fuxesin, Orrakrutt.