Anidulafungin

By | Juli 7, 2019 | Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Antijamur > Anidulafungin

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Anidulafungin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Anidulafungin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Anidulafungin adalah obat yang digunakan dalam terapi pengobatan beberapa jenis infeksi jamur. Obat ini termasuk dalam kelas echinocandin yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur. Anidulafungin efektif untuk mengatasi infeksi jamur kandida dan aspergillus.

Farmakologi Anidulafungin

Anidulafungin merupakan suatu obat yang termasuk dalam kelas echinocandin yang berasal dari fermentasi aspergillus nidulans. Anidulafungin bekerja dengan menghalangi sintesa 1,3-β-D-glucan, suatu komponen esensial yang ada pada dinding sel jamur yang kemudian berakibat pada terjadinya ketidakseimbangan osmotik dan kematian sel jamur. Anidulafungin efektif untuk mengatsi infeksi jamur akibat kandida (candida albicans, candida glabrata, candida parapsilosis, candida tropicalis) dan aspergillus namun tidak efektif untuk infeksi akibat cryptococcus neoformans, trichosporon, fusarium, atau zygomycetes.

Farmakokinetik

  • Distribusi: volume distribusi: 30-50 L. Pengikatan protein plasma: > 99%
  • Metabolisme: tidak dimetabolisme di hati. Mengalami degradasi kimia menjadi bentuk tidak aktif melalui pH tubuh dan suhu
  • Ekskresi: feses: < 10% (sebagai obat tidak berubah); urin: 1%. Waktu paruh eliminasi terminal: 40-50 jam

Kontraindikasi Anidulafungin

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Anidulafungin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Anidulafungin dikontraindikasikan pemberiannya pada mereka yang memiliki alergi atau hipersensitif terhadap anidulafungin dan pada obat kelas echinocandin lainnya
  • Wanita hamil dan menyusui

Efek Samping Anidulafungin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Anidulafungin yang mungkin terjadi adalah:

Efek samping yang dapat terjadi akibat pemberian anidulafungin meliputi:

Koagulopati, trombositopenia, fibrilasi atrium, aritmia sinus, sakit pada mata, penglihatan kabur, keabnormalan tes fungsi hati, kolestatis, nekrosis hati, infeksi klostridial, peningkatan (emilase, bilirubin, CPK, perpanjangan elektrokardiogram QT, transferase gammaglutamyl, lipase, perpanjangan waktu protombin, urea), penurunan kadar potasium, kejang, pusing, batuk, eritema, edema angioneurotik, urtikaria, flebitis/tromboflebitis, pruritus, dyspnea, hipotensi, mual, diare, neutropenia, hipokalemia.

Jika efek samping di atas terjadi dan semakin memburuk, segera cari pertolongan melalui unit pelayanan kesehatan terdekat.

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Anidulafungin

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki alergi terhadap anidulafungin dan obat kelas echinocandin lainnya
  • Pasien dengan kondisi serius yang menerima beberapa obat yang digunakan bersamaan dengan anidulafungin dapat mengalami keabnormalan hati seperti hepatitis, gangguan fungsi hati, atau kondisi hati memburuk. Lakukan pemantauan fungsi hati selama pengobatan
  • Beritahu pada dokter mengenai obat-obatan yang saat ini sedang Anda gunakan
  • Anidulafungin tidak boleh digunakan oleh wanita hamil karena dapat membahayakan janin
  • Belum diketahui apakah anidulafungin aman digunakan oleh wanita menyusui. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter
  • Belum ada data yang mencukupi mengenai keamanan penggunaan anidulafungin pada individu berusia dibawah 16 tahun

Kategori Keamanan Penggunaan Anidulafungin Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Anidulafungin untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai Anidulafungin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Anidulafungin:

Kandidiasis esofagus

Dewasa: intravena: dosis muatan 100 mg pada hari ke-1, kemudian 50 mg sekali sehari pada hari berikutnya. Lanjutkan pengobatan untuk setidaknya 14 hari dan diikuti dengan untuk setidaknya 7 hari berikutnya setelah resolusi gejala. Maksimal kadar infus: 1,1 mg/menit.

Kandidiasis invasif, abses intra-abdominal, pertonitis

Dewasa: intravena: dosis muatan 200 mg pada hari ke-1, kemudian 100 mg sekali sehari pada hari berikutnya. Lanjutkan perawatan untuk setidaknya 14 hari setelah tercapainya kultur positif. Maksimal tingkat infus: 1,1 mg/menit

  • Lansia: tidak diperlukan penyesuaian dosis
  • Pasien dengan gangguan hati dan ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis

Sediaan dan Rute Pemberian

  • Serbuk injeksi 100 mg, intravena
  • Serbuk injeksi terliofilisasi 50 mg/15 ml, intravena
  • Serbuk injeksi terliofilisasi 100 mg/30 ml, intravena

Cara Penyimpanan Anidulafungin

Sebagai solusi rekonstitusi: penyimpanan hingga 1 jam antara suhu 2-8°C sebelum rekonstitusi. Solusi infus: penyimpanan antara suhu 2-8°C dan harus diberikan dalam waktu 24 jam. Jangan dibekukan.

Nama Brand Anidulafungin

Eraxis, Ecalta, Fuxesin, Orrakrutt.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Anidulafungin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Anidulafungin, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Anidulafungin?

Jika Anda lupa menggunakan Anidulafungin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Anidulafungin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Anidulafungin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Anidulafungin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 28 Juni). Anidulafungin. Diakses pada 14 Agustus 2020, dari https://www.farmasi-id.com/anidulafungin/


Format MLA (Modern Language Association)

"Anidulafungin". Farmasi-id.com. 28 Juni 2019. 14 Agustus 2020. https://www.farmasi-id.com/anidulafungin/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Anidulafungin", 28 Juni 2019, <https://www.farmasi-id.com/anidulafungin/> [Diakses pada 14 Agustus 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *