Anbacim

By | Juni 2, 2021 |

Produsen Anbacim

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Anbacim:

Sanbe

Kandungan dan Komposisi Anbacim

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Anbacim adalah:

Cefuroxime acetyl (Vial:Cefuroxime Na).

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Anbacim

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Anbacim adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Infeksi saluran napas bwh, ISK, infeksi jaringan lunak, tulang & sendi, infeksi obstetrik & ginekologis, GO, septikemia & meningitis. Profilaksis pada infeksi abdomen, pelvis, ortopedik, jantung, paru, operasi esofageal & vaskuler.

Dosis dan Aturan Pakai Anbacim

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Anbacim:

Kapl Dws & anak > 12 thn 250 mg 2 x/hari. Ditingkatkan mjd 500 mg 2 x/hari. Bayi & anak ≤ 12 thn 125 mg 2 x/hari. ISK tanpa komplikasi 125-250 mg 2 x/hari. Uretritis GO tanpa komplikasi 1 g dosis tunggal. Otitis media Anak < 2 thn 125 mg, ≥ 2 thn 250 mg. Diberikan 2 x/hari. Vial Dws 750 mg-1.5 g tiap 8 jam IM atau IV untuk 5-10 hari. Bila perlu, dapat ditingkatkan mjd 3-6 g/hari tiap 6 jam. Anak & bayi > 3 bln 50-100 mg/kg BB/hari tiap 6-8 jam, infeksi berat & serius 100 mg/kg BB/hari. Infeksi tulang & sendi 150 mg/kg BB/hari tiap 8 jam (tdk melebihi dosis maks dws). Meningitis bakteri 200-240 mg/kg BB/hari IV tiap 6-8 jam.

Pemberian Obat Anbacim

Sebaiknya diberikan bersama makanan.

Kontraindikasi Anbacim

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Anbacim dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitif terhadap sefalosporin.

Perhatian Penggunaan Anbacim

Reaksi anafilaksis terhadap penicillin, penggunaan bersama diuretik, gangguan ginjal.

Efek Samping yang Mungkin Timbul

Hipersensitivitas, gangguan GI termasuk kolitis pseudomembran yang sangat jarang tjd. Perubahan hematologi. Kadang-kadang: tromboflebitis (pada pemberian injeksi IV).

Kategori Keamanan Penggunaan Anbacim Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Anbacim untuk digunakan oleh wanita hamil:

B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Bentuk Sediaan

Kemasan dan Sediaan Anbacim

/Harga

Anbacim FC kaplet 500 mg

5 × 4’s (Rp336,200/boks)

Anbacim powd for injeksi 1 g

(vial) 1’s (Rp61,245/vial)

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *