Analspec By Metiska Farma

By | Juni 5, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Analspec By Metiska Farma

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Analspec By Metiska Farma adalah:
Tiap Kapsul mengandung:
Asam Mefenamat     250 mg

Tiap Kaplet mengandung:
Asam Mefenamat     500 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Analspec By Metiska Farma

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Analspec By Metiska Farma adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Untuk menghilangkan rasa nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, nyeri sendi, nyeri sesudah trauma, juga dapat menghilangkan demam.

Sekilas Tentang Obat Analgesik (Non Opiat) & Antipiretik
Analgesik adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit atau nyeri. Analgesik ada beberapa tipe diantaranya analgesik non opiat (non opioid) yang bisa digunakan tanpa resep dokter dan analgesik opioid yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter karena efek sampingnya lebih besar. Analgesik non opioid contohnya seperti paracetamol (acetamonophen) dan ibuprofen. Sedangkan yang termasuk analgesik opioid contohnya morphine dan oxycodone.

Analgesik non opioid biasanya digunakan untuk meredakan berbagai macam nyeri seperti pada arthritis, migrain, nyeri haid, dan kondisi lainnya berdasarkan tingkat sakit dan nyerinya. Dokter akan menggunakan analgesik opioid jika nyeri yang terjadi berada pada tingkat akut seperti pada pembedahan dan patah tulang. Penggunaan analgesik opioid sangat dibatasi hanya untuk kondisi tertentu karena dapat menimbulkan risiko adiksi dan penyalahgunaan.

Selain dengan pemberian oral dan injeksi, ada juga analgesik yang diterapkan langsung pada kulit dan analgesik ini disebut analgesik topikal. Biasanya analgesik topikal ini digunakan untuk meredakan nyeri otot dan keseleo.

Antipiretik adalah obat yang berfungsi menurunkan demam. Antipiretik akan menurunkan panas demam akibat hipotalamus yang diinduksi oleh prostaglandin. Antipiretik yang banyak digunakan di dunia adalah paracetamol, ibuprofen, dan aspirin yang termasuk dalam obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Selain sebagai antipiretik, obat-obat tadi juga memiliki efek analgesik untuk meredakan nyeri yang menyertainya.

Dosis dan Aturan Pakai Analspec By Metiska Farma

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Analspec By Metiska Farma:

:
Untuk Dewasa dan Anak-anak > 14 tahun :
Mulai dengan 500 mg peroral kemudian
250 mg setiap 6 jam, bila mana perlu 500 mg

Kemasan dan Sediaan Analspec By Metiska Farma

:
Box. 10 [email protected] 10 kapsul

Reg No :
ANALSPEC 250 Mg : DKL 9116105604 A1
ANALSPEC 500 Mg : DKL 9116105604 B1

Sekilas Tentang Metiska Farma
Sebelum bernama PT Metiska Farma, dahulu perusahaan ini bernama Xepa Laboratories yang mana perusahaan ini adalah cabang dari Xepa Laboratories yang ada di Singapura. Pada 1973 nama perusahaan diganti menjadi PT Metiska Farma yang merupakan singkatan dari nama ketiga pendirinya yakni Memet Tanuwijaya, Ismail, dan Karim Johan. Pada 1975 perusahaan ini diakuisisi oleh Drs. Hadi Wibowo dan pada 1986 diakuisisi oleh Teguh Santoso.

PT Metiska Farma memiliki lokasi pabrik di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang telah digunakan sejak 1987. Hingga saat ini perusahaan ini telah mendapatkan setidaknya 16 sertifikat CPOB untuk berbagai produk seperti betalaktam, non beta laktam, sefalosporin, dan lain-lain.

Produk yang diproduksi oleh perusahaan ini antara lain anti asma (Tismalin) anti gout (Tylonic) anti emetika (Vilapon) anti diare (Xepare) anti diabetes (Xepabet ), vitamin dan mineral (Xepabion), anti hipertensi (Xepalat) obat batuk dan flu (Flu-en Forte), antibiotik (Mestamox), antasida (Gestamag), analgesik dan antipiretik (Progesic), dan lain-lain dalam berbagai bentuk sediaan seperti tablet, kapsul, suspensi, sirup, dan sebagainya. Produk-produk ini disalurkan melalui PBF yang telah ditunjuk dan didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Kantor pusat PT Metiska Farma ada di Jl. Kebayoran Lama, No. 557, Jakarta Selatan.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *