Amsacrine

Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > Amsacrine

By | 26/06/2019

Kandungan dan Komposisi Amsacrine

Nama Lain

Acridinyl anisidide, m-AMSA.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Amsacrine merupakan obat yang digunakan dalam terapi pengobatan leukemia myeloid akut dan leukemia limfoblastik akut. Obat ini juga digunakan untuk pengobatan kanker lainnya.

Farmakologi

Amsacrine adalah turunan dari aminoacridine dan termasuk dalam obat antineoplastik. Obat ini efektif dalam pengobatan leukemia akut dan limfoma ganas akan tetapi tidak efektif untuk tumor solid. Seringkali obat ini digunakan dalam kombinasi dengan agen antineoplastik lainnya pada kemoterapi. Amsacrine bekerja dengan menginduksi kerusakan untai ganda DNA sel kanker.

Farmakokinetik

  • Absorpsi: buruk diserap melalui saluran gastrointestinal setelah pemberian oral;
  • Distribusi: 98% terikat dengan protein;
  • Metabolisme: dimetabolisme di hati;
  • Ekskresi: pemberian secara IV: waktu paruh eliminasi 5-8 jam. Terutama dalam empedu sebagaian besar sebagai metabolit.

Kontra Indikasi

Amsacrine dikontraindikasikan pemberiannya pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Pasien yang memiliki alergi atau hipersensitivitas terhadap amsacrine dan kandungan lainnya yang ada di dalamnya dan juga pada produk turunan acridine (acriflavine);
  • Wanita hamil dan menyusui.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin dapat terjadi akibat penggunaan amsacrine antara lain:

Kehilangan nafsu makan, perdarahan atau kemerahan dan bengkak pada gusi, diare, pusing, demam, sakit kepala, kulit gatal, badan lemah, nyeri pada otot dan sendi, mual, nyeri atau kemerahan pada lokasi injeksi, ruam, bengkak pada pergelangan kaki, rambut rontok (sementara), muntah, penurunan berat badan, kebingungan, sakit dan sulit buang air kecil, tanda-tanda infeksi, tanda-tanda kerusakan hati (sakit atau nyeri abdomen, urin berwarna gelap, kulit atau mata menguning), luka, bisul pada mulut/bibir/lidah, bengkak dan kemerahan pada area dubur dengan akumulasi nanah, ketidakstabilan emosi, kelemahan.

Segera cari pertolongan medis terdekat jika efek samping di atas semakin memburuk.

Jika pasien mengalami efek samping di bawah ini segera hentikan penggunaan obat dan segera mencari pertolongan:

Ketidaknormalan denyut jantung, mata buram, nyeri dada atau palpitasi, kesulitan bernapas, kesulitan menelan, kejang, tanda-tanda gagal jantung, gejala perdarahan tidak normal (muntah bercampur darah, feses berwarna gelap, atau terdapat darah pada urin).

Peringatan dan Perhatian

  • Beritahu dokter mengenai kondisi pasien jika memiliki alergi terhadap amsacrine dan kandungan lain yang terdapat di dalamnya;
  • Beritahu dokter mengenai obat-obatan apa saja yang sedang digunakan oleh pasien;
  • Amsacrine dapat mengurangi jumlah platelet atau trombosit pada darah. Platelet membantu darah untuk membeku, sehingga dengan berkurangnya jumlah platelet, maka pasien akan mudah untuk mengalami perdarahan (gejalanya dapat berupa feses bercampur darah, darah pada urin, mudah memar, dan lain-lain);
  • Amsacrine dapat meningkatkan kadar asam urat (uric acid) pada tubuh, dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan risiko asam urat atau batu ginjal pada pasien. Pasien dengan riwayat asam urat dan batu ginjal harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai kondisinya sebelum menggunakan amsacrine;
  • Amsacrine dapat menyebabkan ketidaknormalan irama jantung pada beberapa orang. Pasien dengan kadar potasium rendah akan lebih berisiko terserang penyakit jantung jika menggunakan obat ini;
  • Dalam aktivitasnya mematikan sel kanker, amsacrine dapat menurunkan jumlah sel yang membantu melawan infeksi, beritahu dokter mengenai kondisi pasien, terlebih jika sedang terserang demam, sakit kepala, penurunan berat badan, napas pendek, leher kaku, badan lemah, dan diare parah. Dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui tipe sel darah pasien secara spesifik;
  • Pasien dengan penyakit ginjal berisiko mengalami efek samping jika mengonsumsi obat ini;
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati memiliki risiko efek samping yang lebih besar jika menggunakan amsacrine;
  • Tidak ada studi mengenai keamanan penggunaan obat ini pada wanita hamil dan belum diketahui secara pasti keamanannya bagi wanita menyusui dan risiko terhadap bayinya. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai terapi dengan amsacrine;
  • Perlu dilakukan pemantauan jumlah sel darah, elektrolit, jantung, ginjal, hati, dan fungsi-fungsi vital lainnya, sebelum , selama, dan setelah terapi pengobatan.

Interaksi Obat

  • Obat ini dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap vaksin;
  • Obat ini dapat mengurangi atau meningkatkan efek digoxin;
  • Obat ini dapat merubah efikasi antikoagulan dan phenytoin;
  • Penggunaan obat diuretik atau nefrotoksik seperti aminoglikosida bersamaan dengan amsacrine berpotensi menimbulkan kardiotoksisitas dengan memicu hipokalemia.

Dosis dan Aturan Pakai

Induksi dan remisi pemeliharaan pada leukemia akut:

Dewasa: induksi 90 mg/m²/hari untuk 5-8 hari, dapat ditingkatkan hingga 120 mg/m²/hari dalam sesi selanjutnya jika ditoleransi. Sesi dapat diulang pada interval 2 hingga 4 minggu. Pemeliharaan: 150 mg/m² sebagai dosis tunggal atau terbagi 3 hari berturut-turut setiap 3-4 minggu.

Pasien dengan gangguan ginjal atau hati (moderat atau parah) dosis dikurangi 50%.

Sediaan

Liquid 50 mg, intravena.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 15°-30°C, terlindung dari cahaya.

Nama Brand

Amekrin, Amsalyo, AMsidine, Amsidyl.

Sekilas tentang kanker dan tumor

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  1. Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  2. Menyerang jaringan biologis di dekatnya.

  3. Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.


Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.
Sekilas Tentang Kemoterapi Sitotoksik

Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.