Amsacrine

By | Juli 7, 2019 | Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > Amsacrine

Nama Lain

Acridinyl anisidide, m-AMSA.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Amsacrine

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Amsacrine:

Amsacrine merupakan obat yang digunakan dalam terapi pengobatan leukemia myeloid akut dan leukemia limfoblastik akut. Obat ini juga digunakan untuk pengobatan kanker lainnya.

Farmakologi Amsacrine

Amsacrine adalah turunan dari aminoacridine dan termasuk dalam obat antineoplastik. Obat ini efektif dalam pengobatan leukemia akut dan limfoma ganas akan tetapi tidak efektif untuk tumor solid. Seringkali obat ini digunakan dalam kombinasi dengan agen antineoplastik lainnya pada kemoterapi. Amsacrine bekerja dengan menginduksi kerusakan untai ganda DNA sel kanker.

Farmakokinetik

  • Absorpsi: buruk diserap melalui saluran gastrointestinal setelah pemberian oral
  • Distribusi: 98% terikat dengan protein
  • Metabolisme: dimetabolisme di hati
  • Ekskresi: pemberian secara IV: waktu paruh eliminasi 5-8 jam. Terutama dalam empedu sebagaian besar sebagai metabolit

Kontraindikasi Amsacrine

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Amsacrine dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Amsacrine dikontraindikasikan pemberiannya pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Pasien yang memiliki alergi atau hipersensitivitas terhadap amsacrine dan kandungan lainnya yang ada di dalamnya dan juga pada produk turunan acridine (acriflavine)
  • Wanita hamil dan menyusui

Efek Samping Amsacrine

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Amsacrine:

Efek samping yang mungkin dapat terjadi akibat penggunaan amsacrine antara lain:

Kehilangan nafsu makan, perdarahan atau kemerahan dan bengkak pada gusi, diare, pusing, demam, sakit kepala, kulit gatal, badan lemah, nyeri pada otot dan sendi, mual, nyeri atau kemerahan pada lokasi injeksi, ruam, bengkak pada pergelangan kaki, rambut rontok (sementara), muntah, penurunan berat badan, kebingungan, sakit dan sulit buang air kecil, tanda-tanda infeksi, tanda-tanda kerusakan hati (sakit atau nyeri abdomen, urin berwarna gelap, kulit atau mata menguning), luka, bisul pada mulut/bibir/lidah, bengkak dan kemerahan pada area dubur dengan akumulasi nanah, ketidakstabilan emosi, kelemahan.

Segera cari pertolongan medis terdekat jika efek samping di atas semakin memburuk.

Jika pasien mengalami efek samping di bawah ini segera hentikan penggunaan obat dan segera mencari pertolongan:

Ketidaknormalan denyut jantung, mata buram, nyeri dada atau palpitasi, kesulitan bernapas, kesulitan menelan, kejang, tanda-tanda gagal jantung, gejala perdarahan tidak normal (muntah bercampur darah, feses berwarna gelap, atau terdapat darah pada urin).

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Amsacrine

  • Beritahu dokter mengenai kondisi pasien jika memiliki alergi terhadap amsacrine dan kandungan lain yang terdapat di dalamnya
  • Beritahu dokter mengenai obat-obatan apa saja yang sedang digunakan oleh pasien
  • Amsacrine dapat mengurangi jumlah platelet atau trombosit pada darah. Platelet membantu darah untuk membeku, sehingga dengan berkurangnya jumlah platelet, maka pasien akan mudah untuk mengalami perdarahan (gejalanya dapat berupa feses bercampur darah, darah pada urin, mudah memar, dan lain-lain)
  • Amsacrine dapat meningkatkan kadar asam urat (uric acid) pada tubuh, dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan risiko asam urat atau batu ginjal pada pasien. Pasien dengan riwayat asam urat dan batu ginjal harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai kondisinya sebelum menggunakan amsacrine
  • Amsacrine dapat menyebabkan ketidaknormalan irama jantung pada beberapa orang. Pasien dengan kadar potasium rendah akan lebih berisiko terserang penyakit jantung jika menggunakan obat ini
  • Dalam aktivitasnya mematikan sel kanker, amsacrine dapat menurunkan jumlah sel yang membantu melawan infeksi, beritahu dokter mengenai kondisi pasien, terlebih jika sedang terserang demam, sakit kepala, penurunan berat badan, napas pendek, leher kaku, badan lemah, dan diare parah. Dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui tipe sel darah pasien secara spesifik
  • Pasien dengan penyakit ginjal berisiko mengalami efek samping jika mengonsumsi obat ini
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati memiliki risiko efek samping yang lebih besar jika menggunakan amsacrine
  • Tidak ada studi mengenai keamanan penggunaan obat ini pada wanita hamil dan belum diketahui secara pasti keamanannya bagi wanita menyusui dan risiko terhadap bayinya. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai terapi dengan amsacrine
  • Perlu dilakukan pemantauan jumlah sel darah, elektrolit, jantung, ginjal, hati, dan fungsi-fungsi vital lainnya, sebelum , selama, dan setelah terapi pengobatan

Interaksi Obat Amsacrine

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Amsacrine antara lain:

  • Obat ini dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap vaksin
  • Obat ini dapat mengurangi atau meningkatkan efek digoxin
  • Obat ini dapat merubah efikasi antikoagulan dan phenytoin
  • Penggunaan obat diuretik atau nefrotoksik seperti aminoglikosida bersamaan dengan amsacrine berpotensi menimbulkan kardiotoksisitas dengan memicu hipokalemia

Dosis dan Aturan Pakai Amsacrine

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Amsacrine:

Induksi dan remisi pemeliharaan pada leukemia akut:

Dewasa: induksi 90 mg/m²/hari untuk 5-8 hari, dapat ditingkatkan hingga 120 mg/m²/hari dalam sesi selanjutnya jika ditoleransi. Sesi dapat diulang pada interval 2 hingga 4 minggu. Pemeliharaan: 150 mg/m² sebagai dosis tunggal atau terbagi 3 hari berturut-turut setiap 3-4 minggu.

Pasien dengan gangguan ginjal atau hati (moderat atau parah) dosis dikurangi 50%.

Sediaan

Liquid 50 mg, intravena.

Cara Penyimpanan Amsacrine

Simpan pada suhu 15°-30°C, terlindung dari cahaya.

Nama Brand Amsacrine

Amekrin, Amsalyo, AMsidine, Amsidyl.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Amsacrine Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Amsacrine, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Amsacrine?

Jika Anda lupa menggunakan Amsacrine, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Amsacrine Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Amsacrine?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Amsacrine yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang kanker dan tumor
Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  • Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  • Menyerang jaringan biologis di dekatnya

  • Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis

Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.
Sekilas Tentang Obat Kemoterapi Sitotoksik
Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 26 Juni). Amsacrine. Diakses pada 5 Juni 2020, dari https://www.farmasi-id.com/amsacrine/


Format MLA (Modern Language Association)

"Amsacrine". Farmasi-id.com. 26 Juni 2019. 5 Juni 2020. https://www.farmasi-id.com/amsacrine/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Amsacrine", 26 Juni 2019, <https://www.farmasi-id.com/amsacrine/> [Diakses pada 5 Juni 2020]


Bagikan ke Rekan Anda