Ampicillin


Ampisilina termasuk golongan penicillina semisintetik yang berasal dari inti penicillina yaitu asam 6-amino penicillinat (6-APA) dan merupakan antibiotik spektrum luas yang bersifat bakterisid.

Secara klinis efektif terhadap kuman gram-positif yang peka terhadap penicillina G dan bermacam-macam kuman gram-negatif, diantaranya:
1. Kuman gram-positif seperti S. pneumoniae, enterokokus dan stafilokokus yang tidak menghasilkan penicillinase.
2. Kuman gram-negatif seperti gonokokus, H. influenzae, beberapa jenis E. coli, Shigella, Salmonella dan P. mirabilis.

Komposisi

Tiap vial berisi Natrium Ampulisillina setara dengan Ampulisillina 1 g.

Indikasi

Ampisilina digunakan untuk pengobatan :
– Infeksi saluran pernafasan,seperti pneumonia faringitis, bronkitis, laringitis.
– Infeksi saluran pencernaan, seperti shigellosis, salmonellosis.
– Infeksi saluran kemih dan kelamin, seperti gonore (tanpa komplikasi), uretritis, sistitis, pielonefritis.
– Infeksi kulit dan jaringan kulit.
– Septikemia, meningitis.

Dosis

Untuk pemakaian oral dianjurkan diberikan ½ sampai 1 jam sebelum makan.
Cara pembuatan suspensi, dengan menambahkan air matang sebanyak 50 ml, kocok sampai serbuk homogen. Setelah rekonstitusi, suspensi tersebut harus digunakan dalam jangka waktu 7 hari.
Pemakaian parenteral baik secara i.m. ataupun i.v. dianjurkan bagi penderita yang tidak memungkinkan untuk pemakaian secara oral.

Cara pembuatan larutan injeksi :
Kemasan Cara pemakaian Penambahan air untuk injeksi
Vial 0,5 g i.m./i.v. 1,5 ml
Vial 1,0 g i.m./i.v. 2,0 ml

Posologi
Terapi oral
Dewasa dan anak-anak dengan berat badan lebih dari 20 kg :
– Infeksi saluran pernafasan : 250 – 500 mg setiap 6 jam.
– Infeksi saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin : 500 mg setiap 6 jam.
– Anak-anak dengan berat badan 20 kg atau kurang : 50 – 100 mg/kg BB sehari diberikan dalam dosis terbagi setiap 6 jam.
– Pada infeksi yang berat dianjurkan diberikan dosis yang lebih tinggi.

Terapi parenteral
Dewasa dan anak-anak dengan berat badan lebih dari 20 kg :
– Infeksi saluran pernafasan, kulit dan jaringan kulit: 250 – 500 mg setiap 6 jam.
– Infeksi saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin: 500 mg setiap 6 jam.
– Septikemia dan bakterial meningitis: 150 – 200 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi setiap 3 – 4 jam, diberikan secara i.v. selama 3 hari selanjutnya secara i.m.

Anak-anak dengan berat badan 20 kg atau kurang :
– Infeksi saluran pernafasan, kulit dan jaringan kulit: 25 – 50 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi setiap 6 jam.
– Infeksi saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin: 50 – 100 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi setiap 6 jam.
– Septikemia dan bakterial meningitis: 100 – 200 mg/kg BB sehari dalam dosis terbagi setiap 3 – 4 jam, diberikan secara i.v. selama 3 hari selanjutnya secara i.m.

Bayi berusia 1 minggu atau kurang: 25 mg/kg BB secara i.m./i.v. setiap 8 – 12 jam.
Bayi berusia lebih dari 1 minggu: 25 mg/kg BB secara i.m./i.v. setiap 6 – 8 jam.