Amoxicillin Asam Clavunalate

By | Agustus 27, 2021 |

Merek: (Aclam,   Amocomb, Augmentin, Auspilic, bellamox, Betaclav, Biditin, Clabat, Clacomb, Claneksi, C,avamox, Comsikla, Danoclav, Daxet, Dexyclav, Duazat, Improvox, Inciclav, Lansiclav, Nufaclav, Nuvoclav, Palentin, Protamox, Ramoxlan, Surpas, Syneclav, Viaclav, Vulamox, Xiclav)

Golongan Sediaan Penyakit/indikasi Alasan penggunaan Golongan beta laktam Tablet : 500 mg + 125 mg Untuk pengobatan organism yang sensitive (bakteri penghasil beta-laktamase) termasuk : infeksi saluran napas, infeksi saluran kemih- genital, selulitis.Pola resistensi antibiotik setempat perlu menjadi perhatian Indikasi terbatas untuk organism penghasil beta laktamase

 

Sekilas Tentang Amoxicillin Pada Amoxicillin Asam Clavunalate
Amoxicillin adalah suatu obat antibiotik yang biasa digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Penyakit yang dapat diobati dengan amoxicillin seperti infeksi telinga bagian tengah, pneumonia, infeksi kulit, radang tenggorokan, infeksi saluran kemih, dan lain-lain. Rute pemberian amoxicillin antara lain melalui mulut dan injeksi.

Amoxicillin merupakan produk semisintesis turunan dari penicillin dengan struktur yang mirip dengan ampicillin tetapi memiliki penyerapan yang jauh lebih baik ketika dikonsumsi melalui mulut yang akan menghasilkan konsentrasi yang tinggi dalam darah dan urin. Obat ini dimetabolisme di dalam hati dan dikeluarkan melalui urin. Obat ini dalam jumlah kecil masuk ke dalam ASI (Air Susu Ibu), oleh sebab itu wanita menyusui sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan amoxicillin.

Amoxicillin bekerja dengan cara menempel pada dinding bakteri hingga bakteri itu melemah dan mati. Amoxicillin efektif untuk mengatasi penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri streptococci, pneumococci, enterococci, Haemophilus influenzae, Escherichia coli, Proteus mirabilis, Neisseria meningitidis, Neisseria gonorrhoeae, Shigella, Chlamydia trachomatis, Salmonella, Borrelia burgdorferi, dan Helicobacter pylori. Amoxicillin termasuk dalam keluarga penisilin dan merupakan suatu antibiotik beta laktam. Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan amoxicillin seperti mual, ruam, dan diare. Efek samping lainnya mungkin dapat terjadi. Sebaiknya berhati-hati menggunakannya khususnya bagi mereka yang memiliki gangguan ginjal. Tingkat keamanan penggunaan amoxicillin untuk digunakan oleh wanita hamil oleh FDA dimasukkan dalam kategori B.

Amoxicillin tersedia dalam bentuk trihidrat untuk sediaan oral sebagai kapsul, tablet, sirup, dan suspensi pediatrik. Sedangkan untuk sediaan injeksi, amoxicillin tersedia dalam bentuk garam sodium. Umumnya amoxicillin digunakan secara oral, namun pada pasien yang mengalami kesulitan menelan, maka digunakanlah bentuk sediaan lain seperti sirup atau injeksi.

Amoxicillin pertama kali ditemukan pada 1958 oleh ilmuwan dari Beecham, suatu perusahaan farmasi terkemuka dari Inggris yang saat ini telah bergabung bersama dengan Glaxo Wellcome menjadi GlaxoSmithKline (GSK). Obat ini mulai digunakan secara luas oleh dunia medis pada 1972.

Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Amoxicillin Asam Clavunalate?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Amoxicillin Asam Clavunalate adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Infeksi  oleh bakteri penghasil beta laktamase ( pengobatan dengan amoxicillin saja tidak sesuai) termasuk infeksi saluran napas, otitis media, infeksi saluran kemih-genital dan infeksi abdominal, selulitis, gigitan binatang, infeksi gigi yang berat, infeksi gigi yang berat, osteomielitis  oleh Haemophilus influenza, dan profilaksis bedah

Kontra Indikasi :

Hipersensitif terhadap penisilin; jaundice atau gangguan hati berhubungan dengan riwayat penisilin atau amoxicillin asam klauvulanat

Apa saja Perhatian Penggunaan Amoxicillin Asam Clavunalate?

Riwayat alergi; gangguan ginjal; ruam kemerahan pada demam kelenjar (glandular fever), infeksi sitomegalovirus, leukemia limfositik kronik, dan kemungkinan infeksi HIV; pertahankan hidrasi yang adekuat pada penggunaan dosis tinggi (risiko kristaluria); gangguan hati

Kehamilan dan meyusui :

Tidak diketahui berbahaya pada kehamilan; pada air susu jumlah sangat sedikit (trace amount)

Interaksi :

Allupurinol Meningkatkan risiko ruam saat amoxicillin atau ampicillin diberikan bersama allupurinol Antibakterial Absorbsi phenoxymetilpenicilin berkurang oleh neomycin Antikoagulan INR dapat terganggu dengan pemberian penisilin spectrum luas seperti ampicillin, meskipun studi gagal menunjukkan interaksi dengan coumarin atau phenindione Citotoksik Penisilin mengurangi pengeluaran metotrexate (meningkatkan risiko toksisitas) Probenesid Pengeluaran/ekskresi penisilin dikurangi oleh probenesid (risiko kecil) Estrogen Mungkin mengurangi efek kontrasepsi dari estrogen Sulfinpirazone Pengeluaran penisilin dikurangi oleh sulfinpirazon

 

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Amoxicillin Asam Clavunalate?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Amoxicillin Asam Clavunalate:

:

Semua dosis dalam kandungan amoxicilin

Infeksi oleh organisme penghasil beta laktamase yang sensitive, per oral, DEWASA dan ANAK lebih dari 12 tahun, 250 mg setiap 8 jam, digandakan pada infeksi berat; ANAK dibawah 1 tahun, 20 mg/kg sehari dalam 3 dosis terbagi; 1-6 tahun, 125 mg setiap 8 jam; 6-12 tahun, 250 mg setiap 8 jam

Infeksi gigi yang berat, per oral, DEWASA 250 mg setiap 8 jam selama 5 hari

Infeksi oleh organisme penghasil beta laktamase yang sensitive, infuse intravena lebih dari 3-4 menit, DEWASA dan ANAK lebih dari 12 tahun, 1 g setiap 8 jam, ditingkatkan menjadi 1 g tiap 6 jam pada infeksi berat; NEONATUS dan bayi premature 25 mg/kg setiap 12 jam; BAYI sampai usia 3 bulan, 25 mg/kg setiap 8 jam; ANAK 3 bulan sampai 12 tahun, 25 mg/kg setiap 8 jam ditingkatkan menjadi 25 mg/kg setiap 6 jam pada infeksi yang lebih berat

Profilaksis bedah, injeksi intravena, DEWASA 1 g saat induksi, dengan 2-3 dosis lanjutan 1 g tiap 8 jam jika risiko infeksi meningkat

Cara pelarutan dan pemberian :

Sesuai petunjuk pabrik

Efek yang tidak diinginkan :

Mual dan muntah, diare; ruam (hipersensitifitas atau respon toksik- dapat serius, hentikan pengobatan); reaksi hipersensitifitas termasuk urtikaria, angioedema, anafilaksis, reaksi menyerupai serum sickness, anemia hemolitik, nefritis interstitialis; Jarang : colitis berhubungan dengan antibiotik; neutropenia, trombositopenia, gangguan pembekuan darah; pusing, sakit kepala, kejang (khususnya pada dosis tinggi atau pada gangguan ginjal); hepatitis, jaundis kolestasis; sindrom steven johnson, nekrolisis epidermal toksisk, dermatitis eksfoliatif, vaskulitis (dilaporkan); pewarnaan permukaan gigi dengan penggunaan suspense; phlebitis pada tempat injeksi

Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *