Amorolfine

By | Juli 7, 2019 | Farmasi-id.com > Kulit > Antijamur & Antiparasit Topikal > Amorolfine

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Amorolfine

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Amorolfine:

Amorolfine merupakan suatu obat antijamur yang digunakan untuk terapi pengobatan infeksi onimikosis (infeksi jamur pada kuku tangan dan kaki) dan dermatomikosis (infeksi jamur pada kulit). Infeksi jamur pada kuku sering berasal dari jamur yang muncul pada kulit. Infeksi yang terjadi dapat menyebabkan kuku menjadi menebal, berubah warna, dan terasa sakit dan longgar.

Farmakologi Amorolfine

Amorolfine merupakan zat turunan morfolin yang aktif secara in vitro terhadap berbagai jamur patogen dan oportunistik. Ia menghalangi enzim delta-14 sterol reductase dan cholestenol delta-isomerase sehingga mengosongkan ergosterol (sterol jamur), menyebabkan penumpukan ignosterol pada membran sel sitoplasma jamur sehingga menghambat pertumbuhannya.

Kontraindikasi Amorolfine

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Amorolfine dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Amorolfine dikontraindikasikan penggunaannya pada mereka yang alergi atau hipersensitif terhadap amorolfine dan pada kandungan tidak aktif lainnya yang terdapat di dalamnya.

Efek Samping Amorolfine

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Amorolfine:

Efek samping yang mungkin dapat terjadi akibat penggunaan amorolfine diantaranya adalah reaksi hipersensitivitas, iritasi kulit, eritema, pruritus, dermatitis kontak, urtikaria, kulit melepuh. Efek samping yang jarang terjadi seperti rasa terbakar, reaksi alergi parah, gangguan kuku (perubahan warna kuku, onychoclasis, dan onychorrhexis).

Jika efek samping di atas dirasakan semakin parah, maka segera cari pertolongan medis terdekat.

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Amorolfine

Sebelum mulai terapi pengobatan dengan amorolfine, beritahu mengenai kondisi kesehatan seperti:

  • Beritahu dokter jika Anda memiliki alergi atau hipersensitif terhadap amorolfine dan kandungan lain yang ada di dalamnya
  • Jika infeksi yang terjadi meliputi lebih dari setengah bagian kuku atau lebih dari dua kuku jari yang terinfeksi
  • Beritahu pada dokter bila Anda sedang hamil atau menyusui, sebab wanita yang sedang dalam masa kehamilan dan wanita menyusui harus berhati-hati sebelum melakukan terapi dengan obat apapun
  • Beritahu pada dokter jika Anda memiliki kadar gula darah yang tinggi atau menderita diabetes mellitus atau penyakit lainnya
  • Beritahu dokter mengenai jenis obat-obatan lain yang sedang Anda gunakan saat ini
  • Hindarkan kontak amorolfine dengan mulut, mata, atau hidung
  • Gunakan amorolfine secara reguler, ini akan mempercepat proses penyembuhan
  • Cegah pernis amorolfine menjadi kering
  • Jaga agar kuku tetap pendek dengan memotongnya secara teratur dan kikir kuku yang mengalami penebalan dengan menggunakan alat potong kuku dan kikir yang berbeda untuk kuku sehat dan kuku yang terinfeksi
  • Jangan menggunakan kuku palsu atau kuku buatan saat dalam masa pengobatan

Dosis dan Aturan Pakai Amorolfine

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Amorolfine:

Infeksi jamur kuku

Dewasa: sebagai pernis kuku 5%: aplikasikan pada kuku yang terdampak 1-2 kali seminggu setelah dipotong, dikikir, dan dibersihkan. Lanjutkan sampai kuku beregenerasi dan daerah yang terdampak sembuh. Lama pengobatan: sekira 6 bulan (kuku tangan) dan 9-12 bulan (kuku kaki).

Catatan: jika memungkinkan hindarkan penggunaan pernis amorolfine pada kulit sebab dapat menimbulkan reaksi iritasi dan kemerahan.

Infeksi jamur kulit

Dewasa: sebagai krim 0,25%: aplikasikan sekali sehari untuk setidaknya 2-3 minggu (hingga 6 minggu untuk infeksi pada kaki). Lanjutkan 3-5 hari setelah kesembuhan tercapai.

Sediaan

Krim 0,25%, pernis kuku 5%.

Cara Penyimpanan Amorolfine

  • Hindarkan dari jangkauan anak-anak
  • Simpan pada tempat sejuk, kering, dan hindarkan dari panas dan cahaya

Nama Brand Amorolfine

Amofin, Amorolfin-Teva, Arivil, Dermoceryl, Fental, Fungilac, Funtrol, Loceryl, Locetar, Lomytrat, Myconail, Myconolak, Neolaque, Razole, Amocoat, Amorocutan, Amorolak, Amorolfin ABECE, Aporyl, Avoza, Clavusimyl 5%, Curanail, Finail, Fungilac, Laquifun, Pekiron, Odenil, Onicoryl, Sinibal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Amorolfine Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Amorolfine, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Amorolfine?

Jika Anda lupa menggunakan Amorolfine, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Amorolfine Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Amorolfine?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Amorolfine yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang obat antijamur dan antiparasit topikal
Antijamur (atau dapat disebut juga antifungal) adalah suatu golongan obat yang bersifat fungisida atau fungistatik yang dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah mikosis seperti kutu air, kurap, kandidiasis, infeksi sistemik serius seperti meningitis kriptokokus, dan lain-lain. Biasanya obat antijamur harus diberikan dengan resep dokter, tetapi beberapa ada yang tersedia secara bebas (over-the-counter).

Antijamur bekerja dengan memanfaatkan perbedaan antara sel hewan dan jamur untuk membunuh organisme jamur dengan sedikit efek samping pada pasien. Tidak seperti bakteri, jamur dan manusia merupakan eukariota. Dengan demikian, sel jamur dan manusia mempunyai kemiripian pada tingkat biologis. Hal ini membuat sulitnya menemukan obat yang mentarget jamur tanpa mempengaruhi sel-sel manusia. Karena itu, banyak obat-obatan antijamur memberikan efek samping. Beberapa efek samping dapat membahayakan manusia jika obat-obatan tersebut tidak digunakan dengan benar.

Antiparasit merupakan zat yang mempunyai sifat membasmi parasit. Parasit adalah organisme kecil yang hidup menempel pada organisme yang lebih besar dengan maksud untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Antiparasit diindikasikan untuk pengobatan penyakit parasit, seperti yang disebabkan oleh cacing, amuba, ektoparasit, jamur parasit, dan protozoa, dan lain-lain. Antiparasit menargetkan agen parasit infeksi dengan menghancurkan mereka atau menghambat pertumbuhan mereka, mereka biasanya efektif melawan sejumlah parasit dalam kelas tertentu. Antiparasitik adalah salah satu obat antimikroba yang termasuk antibiotik yang menargetkan bakteri, dan antijamur yang menargetkan jamur. Mereka dapat diberikan secara oral, intravena atau topikal.

Antiparasit spektrum luas, analog dengan antibiotik spektrum luas untuk bakteri, adalah obat antiparasit dengan keampuhan dalam mengobati berbagai infeksi parasit yang disebabkan oleh parasit dari berbagai kelas.

Terapi topikal merupakan pengobatan/terapi yang pemberiannya diterapkan ke kulit, seperti dengan krim, gel, atau salep.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 22 Juni). Amorolfine. Diakses pada 28 Mei 2020, dari https://www.farmasi-id.com/amorolfine/


Format MLA (Modern Language Association)

"Amorolfine". Farmasi-id.com. 22 Juni 2019. 28 Mei 2020. https://www.farmasi-id.com/amorolfine/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Amorolfine", 22 Juni 2019, <https://www.farmasi-id.com/amorolfine/> [Diakses pada 28 Mei 2020]


Bagikan ke Rekan Anda