Amorolfine

Farmasi-id.com > Kulit > Antijamur & Antiparasit Topikal > Amorolfine

By | 22/06/2019

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Amorolfine merupakan suatu obat antijamur yang digunakan untuk terapi pengobatan infeksi onimikosis (infeksi jamur pada kuku tangan dan kaki) dan dermatomikosis (infeksi jamur pada kulit). Infeksi jamur pada kuku sering berasal dari jamur yang muncul pada kulit. Infeksi yang terjadi dapat menyebabkan kuku menjadi menebal, berubah warna, dan terasa sakit dan longgar.

Farmakologi

Amorolfine merupakan zat turunan morfolin yang aktif secara in vitro terhadap berbagai jamur patogen dan oportunistik. Ia menghalangi enzim delta-14 sterol reductase dan cholestenol delta-isomerase sehingga mengosongkan ergosterol (sterol jamur), menyebabkan penumpukan ignosterol pada membran sel sitoplasma jamur sehingga menghambat pertumbuhannya.

Kontra Indikasi

Amorolfine dikontraindikasikan penggunaannya pada mereka yang alergi atau hipersensitif terhadap amorolfine dan pada kandungan tidak aktif lainnya yang terdapat di dalamnya.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin dapat terjadi akibat penggunaan amorolfine diantaranya adalah reaksi hipersensitivitas, iritasi kulit, eritema, pruritus, dermatitis kontak, urtikaria, kulit melepuh. Efek samping yang jarang terjadi seperti rasa terbakar, reaksi alergi parah, gangguan kuku (perubahan warna kuku, onychoclasis, dan onychorrhexis).

Jika efek samping di atas dirasakan semakin parah, maka segera cari pertolongan medis terdekat.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum mulai terapi pengobatan dengan amorolfine, beritahu mengenai kondisi kesehatan seperti:

  • Beritahu dokter jika Anda memiliki alergi atau hipersensitif terhadap amorolfine dan kandungan lain yang ada di dalamnya;
  • Jika infeksi yang terjadi meliputi lebih dari setengah bagian kuku atau lebih dari dua kuku jari yang terinfeksi;
  • Beritahu pada dokter bila Anda sedang hamil atau menyusui, sebab wanita yang sedang dalam masa kehamilan dan wanita menyusui harus berhati-hati sebelum melakukan terapi dengan obat apapun;
  • Beritahu pada dokter jika Anda memiliki kadar gula darah yang tinggi atau menderita diabetes mellitus atau penyakit lainnya;
  • Beritahu dokter mengenai jenis obat-obatan lain yang sedang Anda gunakan saat ini;
  • Hindarkan kontak amorolfine dengan mulut, mata, atau hidung;
  • Gunakan amorolfine secara reguler, ini akan mempercepat proses penyembuhan;
  • Cegah pernis amorolfine menjadi kering;
  • Jaga agar kuku tetap pendek dengan memotongnya secara teratur dan kikir kuku yang mengalami penebalan dengan menggunakan alat potong kuku dan kikir yang berbeda untuk kuku sehat dan kuku yang terinfeksi;
  • Jangan menggunakan kuku palsu atau kuku buatan saat dalam masa pengobatan.

Dosis dan Aturan Pakai

Infeksi jamur kuku

Dewasa: sebagai pernis kuku 5%: aplikasikan pada kuku yang terdampak 1-2 kali seminggu setelah dipotong, dikikir, dan dibersihkan. Lanjutkan sampai kuku beregenerasi dan daerah yang terdampak sembuh. Lama pengobatan: sekira 6 bulan (kuku tangan) dan 9-12 bulan (kuku kaki).

Catatan: jika memungkinkan hindarkan penggunaan pernis amorolfine pada kulit sebab dapat menimbulkan reaksi iritasi dan kemerahan.

Infeksi jamur kulit

Dewasa: sebagai krim 0,25%: aplikasikan sekali sehari untuk setidaknya 2-3 minggu (hingga 6 minggu untuk infeksi pada kaki). Lanjutkan 3-5 hari setelah kesembuhan tercapai.

Sediaan

Krim 0,25%, pernis kuku 5%.

Cara Penyimpanan

  • Hindarkan dari jangkauan anak-anak;
  • Simpan pada tempat sejuk, kering, dan hindarkan dari panas dan cahaya.

Nama Brand

Amofin, Amorolfin-Teva, Arivil, Dermoceryl, Fental, Fungilac, Funtrol, Loceryl, Locetar, Lomytrat, Myconail, Myconolak, Neolaque, Razole, Amocoat, Amorocutan, Amorolak, Amorolfin ABECE, Aporyl, Avoza, Clavusimyl 5%, Curanail, Finail, Fungilac, Laquifun, Pekiron, Odenil, Onicoryl, Sinibal.

Sekilas tentang antijamur dan antiparasit topikal

Antijamur (atau dapat disebut juga antifungal) adalah suatu golongan obat yang bersifat fungisida atau fungistatik yang dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah mikosis seperti kutu air, kurap, kandidiasis, infeksi sistemik serius seperti meningitis kriptokokus, dan lain-lain. Biasanya obat antijamur harus diberikan dengan resep dokter, tetapi beberapa ada yang tersedia secara bebas (over-the-counter).

Antijamur bekerja dengan memanfaatkan perbedaan antara sel hewan dan jamur untuk membunuh organisme jamur dengan sedikit efek samping pada pasien. Tidak seperti bakteri, jamur dan manusia merupakan eukariota. Dengan demikian, sel jamur dan manusia mempunyai kemiripian pada tingkat biologis. Hal ini membuat sulitnya menemukan obat yang mentarget jamur tanpa mempengaruhi sel-sel manusia. Karena itu, banyak obat-obatan antijamur memberikan efek samping. Beberapa efek samping dapat membahayakan manusia jika obat-obatan tersebut tidak digunakan dengan benar.

Antiparasit merupakan zat yang mempunyai sifat membasmi parasit. Parasit adalah organisme kecil yang hidup menempel pada organisme yang lebih besar dengan maksud untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Antiparasit diindikasikan untuk pengobatan penyakit parasit, seperti yang disebabkan oleh cacing, amuba, ektoparasit, jamur parasit, dan protozoa, dan lain-lain. Antiparasit menargetkan agen parasit infeksi dengan menghancurkan mereka atau menghambat pertumbuhan mereka, mereka biasanya efektif melawan sejumlah parasit dalam kelas tertentu. Antiparasitik adalah salah satu obat antimikroba yang termasuk antibiotik yang menargetkan bakteri, dan antijamur yang menargetkan jamur. Mereka dapat diberikan secara oral, intravena atau topikal.

Antiparasit spektrum luas, analog dengan antibiotik spektrum luas untuk bakteri, adalah obat antiparasit dengan keampuhan dalam mengobati berbagai infeksi parasit yang disebabkan oleh parasit dari berbagai kelas.

Terapi topikal merupakan pengobatan/terapi yang pemberiannya diterapkan ke kulit, seperti dengan krim, gel, atau salep.