Amiten

Farmasi-id.com > Nutrisi > Amiten

By | 14/08/2015 | Berikan Ulasan

Produsen AmitenSanbeKandungan dan Komposisi AmitenPer 1,000 mL Amino acid 7.2% (BCAA 45.8%), L-leucine 14 g, L-isoleucine 9 g, L-valine 10 g, L-lysine acetate 7.1 g, L-threonine 3.5 g, L-tryptophan 2.5 g, L-methionine 3 g, L-phenylalanine 5 g, L-cysteine 1 g, L- tyrosine 0.5 g, L-arginine 4.5 g, L-histidine 3.5 g, L-alanine 2.5 g, L-proline 3 g, L-serine 3 g, L-aspartic acid 1 g, L-glutamic acid 1 g. Osmolaritas: 592 mOsm. Energi: 288 kkal.Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Amiten

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Amiten:

Suplai asam amino untuk pasien dengan gagal ginjal akut & kronik, & selama hipproteinemia, malnutrisi, sblm & sesudah op.Dosis dan Aturan Pakai Amiten

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Amiten:

Dws Dosis lazim: Gagal ginjal kronik 200 mL/hari melalui vena perifer dengan kec infus 100 mL selama 60 mnt (25 tetes/mnt) atau 400 mL/hari melalui vena sentral scr TPN. Gagal ginjal akut600 mL/hari melalui vena sentral scr TPN. >300 kkal dari nitrogen non protein kal/g hrs diberikan untuk memperoleh manfaat asam amino scr efisien. Anak, lanjut usia, pasien dengan kondisi penyakit serius Dosis yang besarnya tergantung kebutuhan individu diberikan melalui infus lambat.Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Amiten dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Risiko koma hepatik, hiperamonemia, kelainan herediter asam amino, gangguan ginjal berat atau azotemia.PerhatianGangguan fungsi serebrovaskuar, gangguan hati atau perdarahan GI, asidosis berat atau gangguan keseimbangan elektrolit atau keseimbangan asam basa. Anak. Lanjut usia. Hamil.Efek Samping Amiten

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Amiten:

Reaksi hipersensitivitas, mual, muntah, rasa tidak enak pada dada, palpitasi, peningkatan kadar BUN atau kreatinin, & enzim hati, asidosis, menggigil, demam, rasa panas & kemerahan pada wajah, sakit kepala, nyeri vaskular, edema pada ekstremitas bwh, hiperkalemia, & mulut kering. Peningkatan GOT, γ GT, GPT, ALP, LDH, LAP, bilirubin total, atau amonia.
Interaksi Obat

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Amiten antara lain:

Preparat Ca.
Kemasan, Sediaan, dan HargaAmiten infusion
200 mL x 1’s (Rp80,000/kontainer)
LAINNYA:  Lecrav 500
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Amiten Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Amiten, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Amiten?

Jika Anda lupa menggunakan Amiten, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Amiten Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Amiten?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Amiten yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Sanbe Farma
Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2015, 14 Agustus). Amiten. Diakses pada 21 Februari 2020, dari https://www.farmasi-id.com/amiten/


Format MLA (Modern Language Association)

"Amiten". Farmasi-id.com. 14 Agustus 2015. 21 Februari 2020. https://www.farmasi-id.com/amiten/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Amiten", 14 Agustus 2015, <https://www.farmasi-id.com/amiten/> [Diakses pada 21 Februari 2020]


Bagikan ke Rekan Anda

Last Updated on

Category: Nutrisi Produsen, komposisi, dan klasifikasi Amiten: ,
Tags: ,