Amifostine

By | Juli 7, 2019 | Farmasi-id.com > Perawatan Suportif > Amifostine

Nama Lain

Aminopropylaminoethyl thiophosphate

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Amifostine

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Amifostine adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Amifostine adalah obat yang digunakan untuk membantu mengurangi efek samping dari terapi radiasi dan obat kemoterapi yang diberikan pada pasien kanker. Amifostine digunakan untuk melindungi ginjal dari efek berbahaya yang diakibatkan oleh cisplatin ketika obat itu diberikan pada penderita kanker ovarium. Selain itu amifostine juga digunakan untuk mencegah kekeringan mulut yang parah akibat efek radiasi kepala dan leher yang dapat mempengaruhi kelenjar ludah.

Amifostine tidak mencegah semua efek samping dari terapi radiasi dan obat kemoterapi melainkan membantu melindungi tubuh dari efek samping tertentu yang bersifat serius yang ditimbulkan oleh kedua jenis terapi pengobatan tersebut.

Farmakologi Amifostine

Amifostine merupakan suatu agen sitoprotektif tiofosfat organik yang didifosforilasi oleh alkali fosfatase dalam jaringan menjadi metabolit tiol bebas yang aktif yang diyakini mampu mengurangi akumulasi toksisitas cisplatin pada ginjal dan mengurangi efek toksik radiasi pada jaringan normal mulut. Thiol mampu mendetoksifikasi dan mengikat metabolit reaktif dari agen platinum dan alkilasi serta mampu mengambil radikal bebas. Konsentrasi amifostine dan metabolitnya pada sel sehat 100 kali lebih besar dibandingkan pada sel tumor.

Farmakokinetik

  • Distribusi: didistribusikan pada jaringan normal dengan konsentrasi tinggi pada sumsum tulang, mukosa gastro intestinal, kulit, hati, dan kelenjar ludah (metabolit aktif). Volume distribusi: 3,5 L. Pengikatan protein plasma: 4%
  • Metabolisme: Amifostin secara cepat mengalami defosforilasi oleh alkali fosfatase dalam jaringan terutama ke metabolit tiol aktif dan, selanjutnya, menjadi metabolit disulfida yang kurang aktif
  • Ekskresi: melalui urin (sebagai metabolit), Waktu paruh eliminasi: < 10 menit

Kontraindikasi Amifostine

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Amifostine dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Amifostine penggunaannya dikontraindikasikan pada pasien yang menderita hipotensi dan dehidrasi. Selain itu wanita menyusui juga tidak boleh mengonsumsi obat ini kecuali benar-benar diperlukan.

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Amifostine

  • Beritahu dokter jika pasien memiliki alergi terhadap amifostine atau terhadap salah satu dari komponen bahan yang terkandung dalam amifostine
  • Pasien dengan dehidrasi sebaiknya tidak menggunakan obat ini
  • Pasien yang mengalami gangguan tekanan darah sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini
  • Beritahu dokter jika pasien memiliki riwayat atau sedang menderita penyakit dibawah ini:
    • Penyakit ginjal
    • Tekanan darah rendah (hipotensi)
    • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
    • Level kalsium dalam darah berada dalam level rendah (hipokalsemia)
    • Penyakit jantung atau sebelumnya pernah mengalami serangan jantung
    • Stroke (juga termasuk mini stroke)
  • Belum diketahui dengan pasti apakah obat ini membahayakan bagi bayi yang belum lahir. Beritahu dokter jika pasien dalam keadaan hamil atau berencana hamil, sebelum memulai terapi dengan amifostine
  • Tidak diketahui dengan pasti apakah amifostine dieksresikan ke dalam ASI dan berbahaya bagi bayi. Bagi ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini

Efek Samping Amifostine

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Amifostine yang mungkin terjadi adalah:

Beberapa efek samping mungkin dapat terjadi akibat penggunaan amifostine. Dapatkan bantuan medis segera jika pasien mengalami gatal-gatal, kesulitan bernapas, bengkak pada wajah atau tenggorokan, rasa terbakar pada mata atau reaksi kulit parah seperti terasa sakit pada kulit, ruam berwarna merah atau ungu hingga menyebabkan kulit melepuh dan mengelupas, demam, dan lain-lain.

Beberapa efek samping lainnya yang dapat terjadi seperti:

  • Mual, muntah, demam ruam, pusing, mengantuk, cegukan, bersin-bersin, penglihatan kabur, penglihatan ganda, pada bekas IM (terasa sakit, gatal, panas, kemerahan)
  • Berpotensi fatal: sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik, eritema multiforme, dermatitis eksfoliatif, toksisitas bulosa

Segera mencari pertolongan medis jika pasien mengalami efek samping seperti di atas.

Overdosis

Gejala yang dapat terjadi jika pasien mengalami overdosis amifostine antara lain: hipotensi, mual, muntah, hipokalsemia. Penatalaksanaan: lakukan terapi suportif.

Interaksi Obat Amifostine

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Amifostine antara lain:

  • Obat ini dapat berinteraksi dengan obat hipotensi dan antihipertensi
  • Penggunaan bersamaan dengan aldesleukin dapat meningkatkan dan memperburuk efek samping amifostine
  • Penggunaan aliskiren dapat meningkatkan efek hipotensif amifostine
  • Beritahu dokter jika saat ini pasien sednag menggunakan obat-obatan berikut ini:
    • Antidepresan
    • Obat jantung atau obat tekanan darah
    • Obat penyakit Parkinson
    • Obat opioid

Dosis dan Aturan Pakai Amifostine

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Amifostine:

Dewasa: IV Sebagai agen sitoprotektif dalam kemoterapi Awal: 910 mg / m2 sekali sehari, mulai 30 menit sebelum kemoterapi. Dosis selanjutnya dikurangi menjadi 740 mg / m2 jika tidak dapat mentoleransi dosis penuh. Untuk dosis cisplatin <100 mg / m2: 740 mg / m2. Profilaksis xerostomia pada pasien yang menjalani radioterapi untuk kanker kepala dan leher 200 mg / m2 sekali sehari, mulai dg dalam 15-30 mnt sebelum radioterapi.

Cara Penyimpanan Amifostine

Simpan pada suhu 20°-25°C. Larutan rekonstitusi: simpan pada suhu 25°C (stabil untuk 5 jam) atau pada suhu 2°-8°C (stabil untuk 24 jam).

Sediaan

Serbuk injeksi 500 mg/10ml

Nama Brand Amifostine

Ethyol

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Amifostine Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Amifostine, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Amifostine?

Jika Anda lupa menggunakan Amifostine, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Amifostine Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Amifostine?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Amifostine yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 4 Juni). Amifostine. Diakses pada 13 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/amifostine/


Format MLA (Modern Language Association)

"Amifostine". Farmasi-id.com. 4 Juni 2019. 13 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/amifostine/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Amifostine", 4 Juni 2019, <https://www.farmasi-id.com/amifostine/> [Diakses pada 13 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *