Alyrenol

Farmasi-id.com > Hormon > Estrogen & Progesteron Serta Preparat Sintetiknya > Alyrenol

By | 10/08/2019

Kandungan dan Komposisi Alyrenol

Setiap tablet Alyrenol mengandung:

Allylestrenol

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Alyrenol (allylestrenol) diindikasikan untuk mencegah terjadinya persalinan prematur dan menekan motilitas uterus untuk mencegah keguguran termasuk pada kasus abortus habitualis/keguguran berulang.

Kontra Indikasi

Pemberian Alyrenol (allylestrenol) dikontraindikasikan pada pasien dengan kondisi berikut ini:

  • Pasien yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap Alyrenol (allylestrenol) dan terhadap bahan non aktif lainnya yang terdapat di dalamnya;
  • Pasien yang mengalami trombofleobitis, perdarahan vaginal yang tidak terdiagnosis, aborsi yang tidak lengkap, karsinoma yang berhubungan dengan hormon, apopleksi serebral;
  • Alyrenol (allylestrenol) tidak boleh digunakan untuk tes diagnostik kehamilan;
  • Tidak boleh digunakan oleh penderita gangguan hati parah.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin dapat terjadi sebagai akibat dari pemberian Alyrenol (allylestrenol) antara lain:

  • Gangguan saluran pencernaan seperti mual dan muntah;
  • Gangguan nafsu makan dan berat badan;
  • Masalah kulit seperti jerawat, ruam, dan urtikaria;
  • Perubahan payud4ra, hirsutisme, perubahan libido, perubahan siklus menstruasi;
  • Depresi, sakit kepala, demam, kelelahan, retensi cairan, dan edema.

Peringatan dan Perhatian

  • Alyrenol (allylestrenol) dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Oleh karena itu sebaiknya diminum bersama/setelah makan, terutama jika pasien menderita penyakit gangguan pencernaan seperti maag;
  • Gunakan Alyrenol (allylestrenol) sesuai dosis yang dianjurkan. Jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba karena berpotensi menyebabkan perdarahan intermiten;
  • Hentikan penggunaan Alyrenol (allylestrenol) jika pasien mengalami gangguan penglihatan, proptosis atau diplopia secara tiba-tiba atau pembengkakan pembuluh darah retina;
  • Hati-hati menggunakan obat ini jika anda mempunyai riwayat epilepsi, migrain, asma, atau memiliki gangguan jantung, gangguan emboli atau ginjal;
  • Hati-hati menggunakan obat ini untuk pasien dengan gangguan toleransi glukosa dan penderita diabetes;
  • Jangan menggunakan Alyrenol (allylestrenol) untuk pasien yang mengalami perdarahan vagin4 yang tidak diketahui sebabnya, aborsi tidak lengkap, karsinoma yang terkait hormon, apoplexy serebral, tromboflebitis, dan gangguan hati berat;
  • Penggunaan obat ini oleh pasien yang memiliki riwayat depresi harus dilakukan secara hati-hati.
  • Obat ini hanya boleh digunakan sesuai dengan indikasinya. Penggunaan untuk tujuan lain, terutama oleh anak-anak tidak diperbolehkan.
  • Obat ini bisa menyebabkan perubahan dalam profil lipid dan gangguan tes fungsi hati. Jika Anda akan melakukan tes-tes terkait lipid atau hati, beritahukan bahwa Anda sedang menggunakan obat ini kepada tenaga medis yang bersangkutan.
  • Obat ini bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, bahkan migrain. Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama menggunakan obat hormon sintetis ini.

Interaksi Obat

  • Klirens obat ini dipercepat oleh obat-obat penginduksi enzim seperti, carbamazepine, griseofulvin, phenobarbital, phenytoin dan rifampicin;
  • Obat anti jamur Ketoconazole dapat meningkatkan bioavailabilitas progesteron;
  • Interaksi yang berpotensi fatal : Peningkatan konsentrasi ciclosporin;
  • Alyrenol (allylestrenol) dapat menurunkan efek antikoagulan warfarin;
  • Pemberian abacavir dapat menurunkan tingkat ekskresi Alyrenol (allylestrenol) sehingga menghasilkan kadar serum tinggi;
  • Pemberian abatacept dapat meningkatkan metabolisme Alyrenol (allylestrenol);
  • Alyrenol (allylestrenol) dapat menurunkan efek antikoagulan abciximab.

Dosis dan Aturan Pakai

Dosis untuk mencegah terjadinya persalinan prematur

Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien. Dosis maksimal yang diperbolehkan : 40 mg/hari.

Dosis pencegahan keguguran berulang

1-2 tablet setiap hari dimulai segera setelah kehamilan dikonfirmasi. Lanjutkan terapi setidaknya 1 bulan setelah periode kritis.

Dosis untuk mencegah keguguran

1 tablet 3 kali sehari. Obat diberikan selama 5-7 hari, dapat diperpanjang jika diperlukan.

Kemasan dan Sediaan

Dus 3 strip @ 10 tablet 5 mg

Izin BPOM

DKL1539800810A1

Harga

Rp 110.000/dus 3 strip @ 10 tablet 5 mg

Produsen

Catur Dakwah Crane Farmasi

Sekilas tentang estrogen dan progesteron

Estrogen merupakan salah satu dari kelompok hormon steroid yang diproduksi oleh ovarium, plasenta, kelenjar adrenal dan, dalam jumlah kecil, oleh testis laki-laki. Estrogen menyebabkan perkembangan karakteristik seksual sekunder (misalnya payudara, pinggul lebih besar) pada remaja putri dan terlibat dalam pembangunan kembali lapisan rahim setelah menstruasi. Estrogen juga berperan dalam penyerapan kalsium dan keseimbangan. Penurunan estrogen pasca-menopause pada perempuan mengakibatkan demineralisasi tulang dan osteoporosis, serta gejala-gejala menopause lainnya. Senyawa mirip estrogen juga dibentuk oleh tanaman-tanaman tertentu (disebut fitoestrogen). Nama lain estrogen adalah strone, estrodiol, atau estriol.

Progesteron adalah hormon yang dikeluarkan oleh korpus luteum (massa sel yang terbentuk di ovarium di tempat di mana sel telur dilepaskan) setelah ovulasi. Progesteron berperan menyiapkan rahim untuk kehamilan. Bila kehamilan terjadi, produksi progesteron pada akhirnya akan dilakukan oleh plasenta. Bila kehamilan tidak terjadi, korpus luteum akan terpecah dalam 12-16 hari dan berhenti memproduksi progesteron, sehingga memicu menstruasi.

Progesteron berperan besar dalam perkembangan fetus. Pengaruh progesteron pada reproduksi diantaranya adalah

  1. Mempertebal dinding endometrium setelah terjadi ovulasi

  2. Menghambat produksi LH agar korpus luteum mengalami degenerasi saat tidak terjadi fertilisasi

  3. Menghambat laktasi saat kehamilan

  4. Mempersiapkan endometrium untuk implantasi zigot