Altretamine

By | Juli 7, 2019 | Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > Altretamine

Nama Lain

Hexamethylmelamine

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Altretamine

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Altretamine:

Altretamine adalah obat yang digunakan dalam terapi pengobatan kanker ovarium. Obat ini adalah obat kemoterapi yang bekerja dengan menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Farmakologi

Mekanisme pasti bagaimana altretamine memberikan efek sitotoksik belum sepenuhnya diketahui meskipun ia oleh MeSH dimasukkan ke dalam obat anti-neoplastik alkilasi. Melalui mekanisme ini altretamine dimetabolisme menjadi zat alkilasi dengan N-demethylation. Alkilasi jenis ini kemungkinan yang merusak sel tumor.

Farmakokinetik:

  • Penyerapan: Diserap dengan baik dari saluran GI. Waktu untuk memuncak konsentrasi plasma: 0,5-3 jam
  • Distribusi: Didistribusikan ke dalam jaringan yang tinggi kadar lemak dan jaringan tumor
  • Metabolisme: Secara cepat dan ekstensif dimetabolisme di hati melalui demetilasi N oksidatif menjadi pentamethylmelamine dan tetramethylmelamine
  • Ekskresi: Melalui urin (90%, terutama sebagai metabolit dan <1% sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi: 4-10 jam

Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Altretamine dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Obat ini dikontraindikasikan pada pasien yang menderita depresi sumsum tulang yang parah, toksisitas neurologis parah
  • Wanita hamil
  • Penggunaan bersamaan dengan obat antidepresan dan obat kelas MAOI

Perhatian

  • Pasien yang sedang menggunakan obat agen myelosupresif
  • Wanita Hamil

Efek Samping Altretamine

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Altretamine:

LAINNYA:  Fordiab

Efek samping yang mungkin dapat terjadi akibat penggunaan altretamine antara lain:

  • Depresi sumsum tulang yang dimanifestasikan dengan leukopenia, trombositopenia, anemia
  • Mual, muntah, neuropati, ataksia, depresi kebingungan, mengantuk, halusinasi, gangguan perubahan mood, pusing, vertigo, neurotoksisitas
  • Pasien akan mengalami kerontokan rambut temporer. Rambut akan kembali tumbuh secara normal saat terapi berakhir
  • Tanda-tanda gangguan ginjal seperti perubahan jumlah urin
  • Tanda-tanda gangguan hati seperti mual, muntah yang sulit berhenti, kehilangan nafsu makan, perut terasa sakit, mata atau kulit menguning, warna urin menjadi gelap
  • Jarang: ruam, pruritus, alopesia, hepatotoksisitas

Konseling Pasien

Obat ini dapat menyebabkan iritas. Hindarkan kontak dengan kulit atau selaput lendir.

Parameter Pemantauan

  • Lakukan pemantauan darah setiap bulan seblum memulai terapi
  • Pantau fungsi neurologis secara teratur
  • Pantau tanda-tanda gangguan GI dan anemia

Interaksi Obat

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Altretamine antara lain:

  • Obat ini akan berkurang efektifitasnya dengan penggunaan pyridoxine (vitamin B6)
  • Peningkatan waktu paruh dan toksisitas dengan penghambat metabolisme mikrosomal seperti cimetidine
  • Berpotensi fatal: kemungkinan dapat menyebabkan hipotensi ortostatik parah dengan penggunaan antidepresan dan obat kelas MAOI seperti phenelzine
  • Penggunaan bersamaan dnegan warfarin dapat meningkatkan risiko perdarahan

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil

Pemberian secara PO:

Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius yang tidak efektif atau tidak mungkin diatasi dengan obat yang lebih aman).

LAINNYA:  Lapikot Forte

Dosis dan Aturan Pakai Altretamine

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Altretamine:

Altretamine hanya dapat diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan profesional. Dosis penggunaan sesuai petunjuk dokter.

Cara Penyimpanan

Simpan dibawah suhu 25°C.

Sediaan

Kapsul kekuatan 50 mg.

Nama Brand

Hexalen, Hexastat (ProStrakan)

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Altretamine Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Altretamine, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Altretamine?

Jika Anda lupa menggunakan Altretamine, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Altretamine Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Altretamine?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Altretamine yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Tentang Obat Kemoterapi Sitotoksik
Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.
Sekilas tentang kanker dan tumor
Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  • Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  • Menyerang jaringan biologis di dekatnya

  • Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis

Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 24 Mei). Altretamine. Diakses pada 6 April 2020, dari https://www.farmasi-id.com/altretamine/


Format MLA (Modern Language Association)

"Altretamine". Farmasi-id.com. 24 Mei 2019. 6 April 2020. https://www.farmasi-id.com/altretamine/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Altretamine", 24 Mei 2019, <https://www.farmasi-id.com/altretamine/> [Diakses pada 6 April 2020]


Bagikan ke Rekan Anda