ALTRETAMINE

Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > ALTRETAMINE

By | 24/05/2019

Nama Lain

Hexamethylmelamine

Indikasi

Altretamine adalah obat yang digunakan dalam terapi pengobatan kanker ovarium. Obat ini adalah obat kemoterapi yang bekerja dengan menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Farmakologi

Mekanisme pasti bagaimana altretamine memberikan efek sitotoksik belum sepenuhnya diketahui meskipun ia oleh MeSH dimasukkan ke dalam obat anti-neoplastik alkilasi. Melalui mekanisme ini altretamine dimetabolisme menjadi zat alkilasi dengan N-demethylation. Alkilasi jenis ini kemungkinan yang merusak sel tumor.

Farmakokinetik:

  • Penyerapan: Diserap dengan baik dari saluran GI. Waktu untuk memuncak konsentrasi plasma: 0,5-3 jam.
  • Distribusi: Didistribusikan ke dalam jaringan yang tinggi kadar lemak dan jaringan tumor.
  • Metabolisme: Secara cepat dan ekstensif dimetabolisme di hati melalui demetilasi N oksidatif menjadi pentamethylmelamine dan tetramethylmelamine.
  • Ekskresi: Melalui urin (90%, terutama sebagai metabolit dan <1% sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi: 4-10 jam.

Kontra Indikasi

  • Obat ini dikontraindikasikan pada pasien yang menderita depresi sumsum tulang yang parah, toksisitas neurologis parah;
  • Wanita hamil;
  • Penggunaan bersamaan dengan obat antidepresan dan obat kelas MAOI.

Perhatian

  • Pasien yang sedang menggunakan obat agen myelosupresif;
  • Wanita Hamil.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin dapat terjadi akibat penggunaan altretamine antara lain:

  • Depresi sumsum tulang yang dimanifestasikan dengan leukopenia, trombositopenia, anemia;
  • Mual, muntah, neuropati, ataksia, depresi kebingungan, mengantuk, halusinasi, gangguan perubahan mood, pusing, vertigo, neurotoksisitas;
  • Pasien akan mengalami kerontokan rambut temporer. Rambut akan kembali tumbuh secara normal saat terapi berakhir;
  • Tanda-tanda gangguan ginjal seperti perubahan jumlah urin;
  • Tanda-tanda gangguan hati seperti mual, muntah yang sulit berhenti, kehilangan nafsu makan, perut terasa sakit, mata atau kulit menguning, warna urin menjadi gelap;
  • Jarang: ruam, pruritus, alopesia, hepatotoksisitas.

Konseling Pasien

Obat ini dapat menyebabkan iritas. Hindarkan kontak dengan kulit atau selaput lendir.

Parameter Pemantauan

  • Lakukan pemantauan darah setiap bulan seblum memulai terapi;
  • Pantau fungsi neurologis secara teratur;
  • Pantau tanda-tanda gangguan GI dan anemia.

Interaksi Obat

  • Obat ini akan berkurang efektifitasnya dengan penggunaan pyridoxine (vitamin B6);
  • Peningkatan waktu paruh dan toksisitas dengan penghambat metabolisme mikrosomal seperti cimetidine;
  • Berpotensi fatal: kemungkinan dapat menyebabkan hipotensi ortostatik parah dengan penggunaan antidepresan dan obat kelas MAOI seperti phenelzine;
  • Penggunaan bersamaan dnegan warfarin dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Pemberian secara PO:

Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius yang tidak efektif atau tidak mungkin diatasi dengan obat yang lebih aman).

Dosis

Altretamine hanya dapat diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan profesional. Dosis penggunaan sesuai petunjuk dokter.

Penyimpanan

Simpan dibawah suhu 25°C.

Sediaan

Kapsul kekuatan 50 mg.

Nama Brand

Hexalen, Hexastat (ProStrakan)

Sekilas Tentang Kemoterapi Sitotoksik

Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.

Sekilas tentang kanker dan tumor

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  1. Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  2. Menyerang jaringan biologis di dekatnya.

  3. Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.


Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.