Alpha Lipoic Acid (ALA)

Farmasi-id.com > Nutrisi > Suplemen & Terapi Penunjang > Alpha Lipoic Acid (ALA)

By | 17/11/2017

Kandungan dan Komposisi Alpha Lipoic Acid (ALA)

Deskripsi

Alpha-lipoic acid (ALA) atau lipoic acid (LA) adalah zat yang digunakan sebagai antioksidan, dan obat terapi penunjang diabetes. Senyawa ini sebenarnya bisa dibentuk secara alami oleh tubuh kita, namun bisa juga didapatkan dari asupan makanan seperti bayam, brokoli, ubi jalar, kentang, ragi, tomat, kubis, wortel, bit, dan dedak padi.

Selama bertahun-tahun, suplemen yang mengandung Alpha-lipoic acid dosis tinggi telah digunakan di beberapa negara Eropa untuk mengobati beberapa jenis kerusakan saraf. Studi menunjukkan zat ini juga bisa digunakan oleh penderita diabetes tipe 2 untuk meningkatkan konduksi dan fungsi sel saraf.

Sebagai antioksidan, senyawa ini melindungi tubuh kita dari efek buruk yang ditimbulkan oleh molekul-molekul abnormal penghasil radikal bebas. Radikal bebas bisa memicu berbagai penyakit, seperti stroke.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

sebagai suplemen untuk penderita neuropati diabetik (kerusakan saraf yang disebabkan oleh diabetes). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa senyawa ini juga dapat memperbaiki resistensi insulin. Senyawa ini tampaknya mengurangi gejala seperti rasa sakit, kesemutan, dan sensasi tusukan di kaki. Suplemen Alpha-lipoic acid juga dapat membantu melindungi retina dari beberapa kerusakan yang dapat terjadi pada penderita diabetes.

Dosis dan Aturan Pakai

Untuk mencegah neuropati diabetik : 600 mg/hari.
Untuk mengobati neuropati diabetik : 1-3 x sehari 600 mg.
Sebagai suplemen untuk penderita diabetes : 1 x sehari 600-1200 mg.
Sebagai antioksidan : 600 mg/hari

Dosis dan Aturan Pakai

Sebaiknya suplemen ini diminum saat perut kosong, misalnya 30 menit sebelum makan.
Obat ditelan utuh, jangan dikunyah/ dihancurkan.

Kontra Indikasi

Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap obat ini.

Efek Samping

  • Suplemen ini bisa menyebabkan berkurangnya nafsu makan, mual, diare, dan gangguan pencernaan lainnya.
  • Suplemen ini juga bisa menyebabkan kelainan kulit.
  • Efek samping lain yang bisa terjadi misalnya adalah kram otot, sakit kepala, dan sensasi seperti ditusuk jarum pada kulit.

Peringatan dan Perhatian

  • Suplemen ini hanya digunakan jika diagnosis diabetes telah ditetapkan oleh dokter.
  • Hindari penggunaan dosis tinggi karena dapat menyebabkan efek hipoglikemia (sakit kepala, mengantuk, lelah) yang biasanya dihubungkan dengan kadar gula darah rendah.
  • Karena Alpha-lipoic acid bisa menurunkan gula darah atau nutrisi penting lainnya, pengujian kadar glukosa secara teratur mungkin diperlukan.
  • Hati-hati menggunakan suplemen ini jika Anda memiliki masalah tiroid, defisiensi B1 (kadang-kadang ditemukan pada pecandu alkohol atau penderita anoreksia), atau masalah medis lainnya.
  • Mengingat kurangnya bukti tentang keamanannya, Alpha-lipoic acid tidak dianjurkan untuk anak-anak, ibu hamil atau menyusui.
  • Lakukan penyimpanan pada suhu 30°C dan kering, terhindar dari cahaya langsung.

Interaksi Obat

  • Penggunaan bersamaan dengan obat diabetes bisa membuat kadar gula darah turun terlalu rendah.
  • Alpha-lipoic acid juga bisa menurunkan efek obat kemoterapi.
  • Bisa juga berinteraksi dengan antibiotik, antiinflamasi, obat penenang, vasodilator (digunakan untuk penyakit jantung atau tekanan darah tinggi), dan obat-obatan untuk osteoarthritis.
Sekilas tentang antioksidan
Antioksidan merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi molekul lain. Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Antioksidan seperti tiol atau asam askorbat (vitamin C) mengakhiri reaksi berantai ini.

Antioksidan secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya.

Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. Protein lipida dan DNA dari sel manusia yang sehat merupakan sumber pasangan elektron yang baik. Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya. Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat di alam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas. Antioksidan yang banyak ditemukan pada bahan pangan, antara lain vitamin E, vitamin C, dan karotenoid.