Alogliptin

Farmasi-id.com > Sistem Endokrin & Metabolik > Obat Antidiabetes > Alogliptin

By | 12/05/2019

Indikasi

Alogliptin merupakan obat yang digunakan untuk terapi perawatan diabetes tipe 2. Penderita diabetes tipe 2 tubuhnya tidak dapat menghasilkan insulin dalam jumlah yang mencukupi sehingga membuat gula darah menjadi tinggi (hiperglikemia) sehingga tubuh tidak dapat bekerja dengan baik. Alogliptin diresepkan untuk penderita diabetes tipe 2 yang memiliki kadar gula darah tinggi meskipun mereka telah melakukan diet dan olah raga teratur. Selain obat tunggal, terkadang alogliptin juga dikombinasikan dengan metformin yang juga digunakan untuk terapi diabetes.

Farmakologi

Alogliptin bekerja dengan meningkatkan jumlah insulin yang dihasilkan tubuh. Insulin adalah hormon yang mengontrol kadar gula dalam darah.

Kontra Indikasi

  • Riwayat alergi terhadap alogliptin dan obat sejenis lainnya.
  • Menderita gangguan ginjal atau liver.
  • Menderita penyakit jantung atau gagal jantung.
  • Memiliki masalah pada pankreas.
  • Wanita hamil atau menyusui, atau mereka yang berencana untuk hamil.
  • Obat ini tidak digunakan untuk terapi perawatan diabetes tipe 1 dimana tubuh tidak menghasilkan insulin.

Interaksi Obat

Beritahu dokter jika anda sedang menggunakan:

  • Insulin;
  • Obat antidiabetes lainnya.

Jika anda sedang menggunakan insulin maka dokter akan menurunkan dosis alogliptin. Hal ini untuk mencegah hipoglikemia (kadar gula darah rendah).

Efek Samping

Umum:

Gejala seperti flu dan demam, sakit kepala, sakit perut atau gangguan pencernaan, diare, ruam atau gatal.

Serius:

Sakit perut yang parah, kulit dan atau bagian putih mata menguning, anafilaksis, hipoglikemia.

Overdosis

Gejala: sakit perut, mual atau muntah, pusing, kecemasan.

Dosis

Dosis umum 25 mg sekali sehari.

Pada penderita gangguan ginjal, dosis 12,5 mg atau 6,5 mg per hari.

Sediaan

Tablet kekuatan 25 mg, 12, 5 mg, dan 6,5 mg.

Nama Brand

Vipidia, Vipdomet (alogliptin+metformin).

Sekilas Tentang Diabetes
Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan benar. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Diabetes yang umum terjadi adalah diabetes Tipe 1 dan tipe 2.

Pada diabetes Tipe 1 pankreas tidak dapat memproduksi insulin sedangkan pada diabetes tipe 2 pankreas dapat membuat insulin tapi dalam kadar yang tidak cukup banyak. Ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan insulin secara optimal. Meningkatnya kadar gula dalam darah akan membuat penderita diabetes sering merasa haus atau lapar dan juga sering buang air kecil.

Antidiabetes merupakan obat yang mengontrol tingkat glukosa (gula) dalam darah pada penderita diabetes.

Informasi lengkap mengenai diabetes dapat Anda baca di sini.