Alofar

Farmasi-id.com > Antirematik > Alofar

By | 14/03/2016

Kandungan:

Setiap kaplet ALOFAR* mengandung Allopurinol 100 mg.
Setiap kaplet ALOFAR* 300 mengandung Altopurinol 300 mg.

Farmakologi:

Allopurinol dan melabolitnya Oxipurinol (AHoxanfhine) dapat menurunkan produksi asam urat dengan menghambat xantin-oksidase yaitu enzim yang dapat mengubah hipoxantin menjadi xantin dan mengubah xantin menjadi asam unit Dengan menurunkan konsentrasi asam urat dalam darah dan urin, Allopurinol mencegah atau menurunkan endapan asam ural sehingga mencegafi terjadinya gout artritis dan urate nephropathy.

Indikasi:

  • Hiperuriserriia primer : gout.
  • Hiperuriserriia sekunder : mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat. Produksi beriebihan asam urat anlara lain pada polisitemia vera dan terapi sitostatik.

Dosis:

Dewasa :

  • Dosis awal: 100-300 mg sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 200-600 mg sehari.
  • Dosis tunggal maksimum 300 mg. Bila diperlukan dapat diberikan dosis yang lebih tinggi, maksimum 900 mg sehari.
  • Dosis hams disesuaikan dengan cara pemanlauan kadar asam urat dalam serum/air seni dengan jarak waktu yang tepat hingga efek yang dikehendaki tacapai yaitu selama 1 -3 minggu, atau :
  • Untuk kondisi ringan: 2-10 mg/kgBB sehari, atau 100-200 mg.
  • Kondisi sedang: 300-400 mg sehari.
  • Kondisi berat: 700-800 mg sehari.

Anak-anak :

  • 10-20 mg/kg BB sehari atau 100-400 mg sehari. Penggunaan pada anak-anak khususnya pada keadaan malignan terutama leukemia serta kelainan enzim tertentu,misainya sindroma Leavh-Nytam.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal: jumlah dan interval pemberian perlu dikurangi disesuaikan dengan hasil pemantauan kadar asam urat dalam serum. Untuk pasien dewasa berlaku dosis sebagai berikut :
  • DOSIS yang dianjurkan pada penderita dengan dialisa: Allopurinol dan metabolitnya dikeluarkan dengan dialisis ginjal. Jika dialisis perlu dilakukan lebih sering,dapat dipertimbangkan pemberian Allopurinol dengan dosis alternatif 300-400 mg segera setelah dialisa tanpa pemberian lagi diantara interval waktu.

Peringatan dan Perhatian :

  • Efek Allopurinol dapat diturunkan oleh golongan salisilat dan urikosurik, seperti Probenesid.
  • Hentikan pemakaian bila timbul gejala kemerahan pada kulit atau gejala alergi.
  • Hindari penggunaan pada penderita kelainan fungsi ginjal atau hiperurisemia asimptomatik.
  • Pada penderita kerusakan funsi hati,dianjurkan untuk melakukan tes fungsi hati berkala selama tahap awal perawatan.
  • Keuntungan dan resiko penggunaan Allupurinol pada ibu hamil dan menyusui harus dipertimbangkan terhadap janin, bayi atau ibunya.
  • Allupurinol dapat menyebabkan kantuk.Hati-hati penggunaan pada penderita yang harus bekerja dengan konsentrasi penuh termasuk mengemudi dan menjalankan mesin.
  • Sebaiknya Allopurinol diminum setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung.
  • Dianjurkan untuk meningkatkan pemberian cairan selama penggunaan Allopurinol untuk mengrtindari terjadinya batu ginjal
  • Bila lerjadi gatal-galal, anoreksia, serta berkurangnya berat badan, harus diiakukan pemeriksaan fungsi hati.

Efek Samping :

  • Gejala hipersensitifitas seperti ekspotani,demam,imliodinopal,antralgis,acsinoldia.
  • Reaksi kulit:pnumb makulopapuler.
  • Gangguan gastroinst,mual,diare.
  • Sakit kepala,vertigo,mengantuk,gangguan mata dan rasa.
  • Gangguan darah,:leukopenia,trombositopenia,anemia hemolek,anemia aplastik.

Kontra Indikasi :

  • Penderita yang hipersensitrf terhadap Allopurinol
  • Keadaan serangan akut gout.

Interaksi Obat:

  • Allopurinol dapal meningkatkan toksisitas Siklofbsfamid dan silotoksik lain.
  • Allopurinol dapat menghambat metabolisme obat di hati. misalnya Warfarin.
  • Allopurinol dapat meningkatkan efek dari Azatioprin dan Merkaptopurin, sehingga dosis pertiari dari obat-obat tersebut harus dikurangi sebelum dilakukan pengobatan dengan Allopurinol
  • Allopurinol dapat memperpanjang waktu paruh Klorpropamid dan meningkatkan resiko hipoglikemia, terutama pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Efek Allopurinol dapat diturunkan oleh golongan salisilat dan urikosurik, seperti Probenesid.

Overdosis

Pemah dilaporkan penggunaan sampai 5 gram dan 20 gram Allopurinol. Gejala dan tanda-tanda keracunan adalah pusing, mual dan muntah. Dianjurkan rainum yang banyak sehingga memudahkan diuresis Allopurinol dan metaboliknya. Jika dianggap periu dapat dilakukan dialisa.

Penyimpanan

Simpan pada suhu kamar (25-30°C) dalam wadah tertutup rapat dan hindarkan dari cahaya matahari

 

Izin BPOM, Kemasan dan Sediaan

  • DKL9709207004A1: DUS, 10 STRIP @ 10 KAPLET 100 MG
  • DKL0509207004B1: DUS, 10 STRIP @ 10 KAPLET 300 MG

Produsen

Ifars

Sekilas tentang rematik

Rematik (Radang sendi atau artritis reumatoid (bahasa Inggris: Rheumatoid Arthritis, RA)) merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, yang ditandai dengan radang pada membran sinovial dan struktur-struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang.

Umumnya penyakit ini menyerang pada sendi-sendi bagian jari, pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yang lain yaitu berupa rasa nyeri atau radang pada otot, sendi-sendi atau jaringan-jaringan badan; encok, sakit pada tulang, demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemah dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus RA diderita pada usia di atas 18 tahun dan berkisar 0,1% sampai dengan 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia.