Alletrol Compusitum Tetes Mata

Farmasi-id.com > Mata > Alletrol Compusitum Tetes Mata

By | 27/08/2017

Kandungan

Tiap ml Alletrol Compositum Tetes mata mengandung:

  • Dexamethasone Sodium Phosphate 1 mg
  • Neomycin Sulfate setara dengan Neomycin base 3.5 mg
  • Polymixin B Sulfate 6000 IU

Cara Kerja Obat

Alletrol Compositum Tetes Mata merupakan obat kombinasi steroid dan antiinfeksi.

Steroid :

Dexamethasone merupakan kortikosteroid sintetik yang berkhasiat sebagai antiinflamasi (anti radang) yang ditimbulkan oleh mikroorganisme, zat kimia, iritasi termis, trauma, maupun allergen. Peradangan dapat ditekan dengan cara menghambat kerja zat-zat seperti prostaglandin yang merupakan mediator inflamasi.

Antiinfeksi :

  • Neomycin Sulfate merupakan garam sulfat dari Neomycin B dan C yang diproduksi oleh biakan Streptomyces fradiae Waksman (Fam. Streptomycetacae), mempunyai potensi setara dengan tidak kurang dari 600 µg Neomycin base dihitung dari basa anhidrat.
  • Polymixin B Sulfate merupakan garam sulfat dari Polymixin B1 dan B2 (yang diproduksi oleh biakan Bacillus polymixa (Prazmewski) Migula (Fam. Bacillaceae), mempunyai potensi setara dengan tidak kurang dari 6000 Polymixin B unit per miligram, dihitung dari basa anhidrat.

Neomycin Sulfate dan Polymixin B Sulfate secara bersama-sama aktif terhadap organisma patogen pada mata antara lain : Staphylococcus aureus, Eschericia coli, Haemophylus influenzae, Klebsiella/Enterobacter sp, Neisseria sp, dan Pseudomonas aeruginosa.

Kombinasi ini tidak poten melawan Pseudomonas aeruginosa, Serratia mercescens, Streptococci termasuk Streptococcus pneumoniae.

Indikasi

Alletrol Compositum Tetes Mata baik untuk:

  • Peradangan pada mata yang disertai dengan infeksi bakteri.
  • Chronic anterior uveitis dan luka pada kornea yang disebabkan oleh bahan kimia, radiasi, iritasi termis dan penetrasi benda-benda asing.
  • Inflamasi okuler dari palpebral dan bulbar conjunctiva, kornea dan anterior segment.

Dosis dan Cara Pemakaian

Cara pemakaian topikal, diteteskan pada mata. Aturan pemakaian . Dosis awal 1 atau 2 tetes setiap jam pada siang hari dan tiap 2 jam pada malam hari. Jika telah memberikan respon yang baik, dosis dikurangi menjadi 1 tetes setiap 4 jam. Untuk mengontrol gejala, dosis dikurangi menjadi 1 tetes 3 atau 4 kali sehari.

pada peresepan awal tidak boleh lebih dari 20 ml dan resep tidak boleh diulang tanpa evaluasi lebih jauh.

Peringatan dan Perhatian

  • Penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang dapat menyebabkan glaukoma, kerusakan saraf mata, mata kabur dan posterior sub capsular cataract, serta kemungkinan terjadi infeksi sekunder.
  • Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan dan organisme yang tidak peka termasuk fungi, perforasi, penipisan pada kornea dan sklera, tertutupnya infeksi akut purulent mata.
  • Penggunaan kombinasi steroid-antiinfeksi dapat menimbulkan masking effect yaitu keadaan dimana gejala kliniknya berkurang tetapi sebenarnya infeksi bertambah berat.
  • Bila obat digunakan selama 10 hari atau lebih, maka dianjurkan untuk memonitor tekanan intraokuler secara rutin.
  • Neomycin menyebabkan sensitisasi pada kulit (terutama terjadi skin rash).
  • Hati-hati pemakaian pada wanita hamil dan menyusui.
  • Bila terjadi iritasi atau sensitisasi hentikan pengobatan dan segera konsultasi ke dokter.

Efek Samping

Efek samping kombinasi steroid-antiinfeksi dapat disebabkan oleh komponen steroid (Dexamethasone), komponen antiinfeksi (Neomycin dan Polymixin), maupun keduanya.

  • Komponen steroid mempunyai efek menaikkan tekanan intraokuler sehingga mungkin dapat menyebabkan glaukoma, kerusakan saraf mata, katarak dan menghambat penyembuhan luka.
  • Komponen antiinfeksi menyebabkan hipersensitivitas lokal.
  • Kombinasi steroid-antiinfeksi dapat menyebabkan infeksi sekunder oleh jamur maupun bakteri.

Kontra Indikasi

  • Epithelial herpes simplex keratitis (denditric keratitis), vaccina, varicella dan penyakit viral yang lain pada kornea dan konjungtiva.
  • Infeksi mycobacterial pada mata.
  • Penyakit jamur pada mata.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap komponen dari Alletrol Compositum Tetes Mata (Hipersensitivitas terhadap komponen antibiotik lebih sering terjadi dibandingkan dengan komponen lain).

Cara Penyimpanan

Simpan dibawah 30° C terlindung dari cahaya.

Kemasan dan Sediaan

Dus, botol plastik 5 ml, tetes mata.

Izin BPOM

DKL9606309746A1

Harga

Rp 17.000

Produsen

Erela

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Sekilas Tentang Neomycin

Neomycin adalah suatu obat yang masuk dalam golongan antibiotik aminoglikosida yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri gram negatif dan juga sebagian bakteri gram positif. Neomycin biasa digunakan dalam bentuk topikal seperti krim dan salep untuk diterapkan pada kulit diantaranya untuk mengobati eksim, dermatitis, dan sebagainya. Ia juga bisa digunakan secara oral yang biasanya juga dikombinasikan dengan antibiotik lain diantaranya untuk mengobati ensefalopati hepatik dan hiperkolesterolemia.

Neomycin sulfate dapat mematikan bakteri di saluran pencernaan sehingga mampu menjaga kadar amonia dalam level rendah untuk mencegah terjadinya ensefalopati hepatik. Karena cakupannya cukup luas, maka neomycin juga digunakan sebagai tetes mata. Neomycin pertama kali ditemukan pada 1949, kemudian dipatenkan setahun setelahnya dan mulai digunakan oleh dunia medis pada 1952. Neomycin bekerja dengan cara mengikat secara reversibel terhadap sub unit 30s dari ribosom bakteri sehingga menghambat sintesa protein yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri itu.

Sekilas tentang mata dan penyakitnya

Mata adalah organ penglihatan. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia pada sel saraf. Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat di belakangnya terdapat pupil, fungsi dari pupil sendiri adalah untuk mengatur insensitas cahaya yang masuk ke mata.

Selain pupil ada juga bagian mata yang disebut selaput pelangi, fungsinya adalah memberi warna pada mata, selaput pelangi juga dapat mengubah ukuran pupil secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap pupil akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, pupil akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata.

Berikut adalah berbagai macam penyakit pada mata:

  • Miopi
    Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.

  • Hipermetropi
    Hipermetropi yaitu seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.

  • Presbiopi
    Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia.

  • Kerabunan dan kebutaan
    Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apa pun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Bayi yang lahir prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, juga dapat mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP) dan dapat mengalamai ganguan penglihatan hingga kebutaan total, jika tidak diterapi secepatnya. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" menggunakan jari-jarinya dengan alat bantu berupa huruf Braille.

  • Buta warna
    Buta warna adalah suatu kondisi seseorang tidak mampu merepresentasikan warna. Buta warna total sama sekali tidak dapat membedakan warna, yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih (grey scale). Sedangkan jika tidak bisa membedakan warna tertentu disebut buta warna parsial. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan, artinya jika seseorang buta warna, pasti anaknya juga mewarisi gen buta warna, namun belum tentu menderita buta warna.

  • Katarak
    Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan, terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
    Astigmatis = ketidakaturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina (bintik kuning). Dapat dibantu dengan kacamata silinder/Operasi refraktif.

  • Rabun senja
    Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.