ALIMTA

Farmasi-id.com > Onkologi > Kemoterapi Sitotoksik > ALIMTA

By | 06/06/2015
Produsen Eli Lilly
KomposisiPemetrexed disodium.
IndikasiDlm kombinasi dengan sisplatin untuk pengobatan pada pasien dengan mesotelioma pleura maligna yang tidak dapat dioperasi & sblmnya tidak pernah mendapat kemoterapi. Monterapi untuk kanker paru jenis non-small cell (NSCLC) dengan metastasis atau penyebaran lokal sesudah kemoterapi.
DosisInfus IV Mesotelioma pleura maligna dalam kombinasi dengan sisplatin 500 mg/m2 luas permukaan tubuh selama 10 mnt pada hari ke-1 dari tiap siklus 21 hari + sisplatin 75 mg/m2 luas permukaan tubuh secara infus selama 2 jam sekitar 30 mnt sesudah diberikan Alimta. NSCLC 500 mg/m2 luas permukaan tubuh selama 10 mnt pada hari ke-1 dr tiap 21 hari siklus.
Kontra IndikasiGangguan ginjal. Penggunaan bersama vaksin yellow fever. Laktasi.
PerhatianMonitor pasien terhadap gejala-gejala penekanan sumsum tulang, pneumonitis radiasi & radiation recall. Kurangi insidens & keparahan reaksi pada kulit melalui pra terapi dengan kortikosteroid. Bersihan kreatinin <45 mL/mnt. Hindari penggunaan OAINS dengan waktu paruh panjang sekurang-kurangnya 5 hari sblm, selama, atau 2 hari sesudah terapi. Preexisting hipertensi atau DM. Penimbunan cairan tubuh yang signifikan secara klinis. Dehidrasi berat. Preexisting faktor risiko KV. Kurangi toksisitas via suplementasi vit. Dpt mengganggu fertilitas pada pria. Dpt mengganggu kemampuan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Hamil & wanita usia subur. Anak <18 tahun.
Efek Samping yang Mungkin TimbulPenurunan Hb, neutrofil, atau granulosit, leukosit & trombosit (platelet), diare, muntah, stomatitis atau faringitis, mual, anoreksia, konstipasi, lelah, neuropati sensorik, peningkatan kreatinin, penurunan bersihan kreatinin, ruam kulit, alopesia, konjungtivitis, dispepsia, dehidrasi, gangguan pengekapsulan, demam, peningkatan kadar transaminase, pruritus.
Interaksi ObatObat yang bersifat nefrotoksik seperti aminoglikosida, loop diuretics, komponen platinum, siklosporin; probenesid; penicillin; OAINS (dosis tinggi) seperti ibuprofen atau aspirin; vaksin hidup.
Kategori Keamanan Kehamilan

D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Bentuk SediaanKemasan/Harga
Alimta powd for injeksi 100 mg
1’s (Rp3,575,220/vial)
Alimta powd for injeksi 500 mg
1’s (Rp14,300,000/vial)
Sekilas tentang kanker dan tumor

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Selain itu gejala ini juga dikenal sebagai neoplasma ganas dan seringkali ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  1. Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)

  2. Menyerang jaringan biologis di dekatnya.

  3. Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.


Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Tumor atau barah (bahasa Inggris: tumor, tumour) adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti "bengkak". Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.
Sekilas Tentang Kemoterapi Sitotoksik

Kemoterapi sitotoksik adalah kemoterapi menggunakan agen sitotoksik untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker yang bereproduksi. Terapi ini secara spesifik menargetkan sel kanker yang membelah dengan cepat.

Kemoterapi dapat dianggap sebagai cara untuk merusak atau menekan sel, yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel jika apoptosis dimulai. Efek samping dari kemoterapi seperti dapat merusak sel-sel normal yang membelah dengan cepat dan karenanya sensitif terhadap obat-obatan anti-mitosis: sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan dan folikel rambut. Hal ini menghasilkan efek samping kemoterapi yang paling umum seperti: myelosuppression (penurunan produksi sel darah, karenanya juga imunosupresi), mukositis (peradangan pada lapisan saluran pencernaan), dan alopesia (kerontokan rambut). Karena efeknya pada sel-sel kekebalan tubuh (terutama limfosit), obat-obat kemoterapi sering digunakan dalam sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh aktivitas berlebih yang berbahaya dari sistem kekebalan terhadap diri sendiri (disebut autoimunitas). Ini termasuk rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, multiple sclerosis, vasculitis dan lain-lain.