Alfalfa

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Herbal > Alfalfa

Apa itu Alfalfa?

Alfalfa merupakan suatu tanaman herbal. Banyak orang menggunakannya untuk berbagai macam manfaat kesehatan. Bagian yang digunakan meliputi daun, tunas, dan bijinya. Nama lain alfalfa ini antara lain lucerne, luzerne, medicago, medicago sativa, dan phyoestrogen.

Alfalfa biasanya digunakan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan seperti ginjal, kandung kemih, prostat, memperlancar buang air kecil, mengatasi kolesterol tinggi, asma, osteoarthritis, rheumatoid arthritis, diabetes melitus, sakit perut, purpura trombositopenik, dan lain-lain. Selain itu banyak juga yang menggunakannya sebagai sumber vitamin A, C, E, dan K4, serta sumber mineral seperti kalsium, kalium, fosfor, dan zat besi.

Daun Alfalfa ini aman untuk dikonsumsi pada oleh orang dewasa. Namun mengonsumsi bijinya dalam jangka panjang tidak aman karena ada dugaan bahwa kemungkinan akan menimbulkan reaksi sejenis penyakit autoimun yang disebut dengan lupus erythematosus. Selain itu menggunakan alfalfa dalam jangka panjang juga dapat membuat kulit penggunanya lebih sensitif terhadap sinar matahari. Penggunaan sunblock sangat dianjurkan.

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Alfalfa

Berikut beberapa hal penting yang harus diperhatian dalam mengonsumsi alfalfa:

  • Menggunakan alfalfa dalam jangka panjang tidak aman untuk ibu hamil dan menyusui sebab ada penelitian yang menunjukkan bahwa alfalfa dapat bertindak dan berefek seperti estrogen yang dapat mempengaruhi kehamilan
  • Alfalfa dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lebih aktif sehingga dalam jangka panjang dapat menimbulkan gejala seperti penyakit autoimun antara lain lupus erythematosus, multiple sclerosis, rheumatoid arthritis, dan kondisi lainnya. Setidaknya ada dua kasus lupus erythematosus yang dilaporkan akibat mengonsumsi biji alfalfa dalam jangka lama
  • Hindari penggunaan alfalfa pada mereka yang memiliki penyakit autoimun karena dapat memperparahnya
  • Karena alfalfa dapat bertindak seperti hormon estrogen maka bagi wanita penderita kanker (kanker payudara, kanker rahim, kanker ovarium, endometriosis, atau fibroid uterus) penggunaan alfalfa justru dapat memperburuk kondisinya
  • Alfalfa akan menurunkan kadar gula darah. Bagi penderita diabetes pastikan melakukan monitoring kadar gula darah secara ketat
  • Ada temuan bahwa penggunaan alfalfa dalam jangka panjang (tiga bulan) akan mengakibatkan tubuh memberikan reaksi penolakan terhadap transplantasi ginjal. Alfalfa menyebabkan imun tubuh meningkat namun juga membuat obat anti penolakan transplantasi seperti cyclosporine menjadi kurang efektif
Interaksi

Berikut beberapa obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan alfalfa:

  • Warfarin (Coumadin). Alfalfa banyak mengandung vitamin K. Vitamin K digunakan oleh tubuh untuk membantu proses pembekuan darah. Sedangkan warfarin kerjanya berlawanan yaitu memperlambat proses pembekuan darah. Alfalfa menyebabkan warfarin tidak efektif dan perlu dilakukan pemantauan terhadap kondisi darah
  • Pil kontrasepsi yang mengandung estrogen sebaiknya tidak digunakan bersama alfalfa karena alfalfa dapat bertindak juga sebagai estrogen walaupun tidak sekuat pil kontrasepsi, namun efektifitasnya akan berkurang karenanya. Obat kontrasepsi itu seperti Triphasil (ethinyl estradiol dan levonogestrel), dan sebagainya
  • Penggunaan alfalfa menyebabkan berkurangnya efektifitas obat yang mengandung estrogen seperti ethinyl estradiol, estradiol
  • Obat-obatan antidiabetes. Alfalfa menurunkan kadar gula darah. Menggunakannya bersama dengan obat antidiabetes akan membuat kadar gula darah anda semakin rendah. Obat obatan antidiabetes itu seperti glimepiride (Amaryl), glyburide (DiaBeta, Glynase PresTab, Micronase), insulin, pioglitazone (Actos), rosiglitazone (Avandia). Diperlukan pengontrolan kadar gula darah secara ketat
  • Obat imunosupresan (penekan/penurun sistem imun). Karena alfalfa membuat sistem imun menjadi lebih aktif, penggunaan obat imunosupresan akan kurang efektif. Obat imunosupresan itu seperti azathioprine (Imuran), basiliximab (Simulect), cyclosporine (Neoral, Sandimmune), daclizumab (Zenapax), muromonab-CD3 (OKT3, Orthoclone OKT3), mycophenolate (CellCept), tacrolimus (FK506, Prograf), sirolimus (Rapamune), prednisone (Deltasone, Orasone), corticosteroids (glucocorticoids)
  • Obat-obatan fotosensitisasi jika digunakan bersamaan dengan alfalfa menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap cahaya matahari, karena alfalfa sifatnya membuat kulit lebih sensitif dengan sinar matahari. Pada akhirnya jika digunaan bersamaan dapat menyebabkan kulit terbakar (sunburn), melepuh dan ruam. Obat-obatan fotosensitisasi itu seperti amitriptyline (Elavil), Ciprofloxacin (Cipro), norfloxacin (Noroxin), lomefloxacin (Maxaquin), ofloxacin (Floxin), levofloxacin (Levaquin), sparfloxacin (Zagam), gatifloxacin (Tequin), moxifloxacin (Avelox), trimethoprim/sulfamethoxazole (Septra), tetracycline, methoxsalen (8-methoxypsoralen, 8-MOP, Oxsoralen), dan Trioxsalen (Trisoralen)
  • Penggunaan bersamaan dengan panax ginseng akan semakin menurunkan kadar gula darah
  • Alfalfa menurunkan penyerepan tubuh terhadap zat besi (iron)
  • Alfalfa menginterfensi tubuh menyerap dan menggunakan vitamin E

Dosis dan Aturan Pakai Alfalfa

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Alfalfa:

Dosis yang sering digunakan untuk penderita kolesterol adalah 5-10 gr berupa ramuan, teh saring, dan ekstrak.

Daftar pustaka:

[bg_collapse view=”button-blue” color=”#fff” expand_text=”Show ” collapse_text=”Hide” ]

  • Herbert, V. and Kasdan, T. S. Alfalfa, vitamin E, and autoimmune disorders. Am J Clin Nutr 1994;60:639-640
  • Farnsworth, N. R. Alfalfa pills and autoimmune diseases. Am J Clin Nutr. 1995;62:1026-1028
  • Srinivasan, S. R., Patton, D., Radhakrishnamurthy, B., Foster, T. A., Malinow, M. R., McLaughlin, P., and Berenson, G. S. Lipid changes in atherosclerotic aortas of Macaca fascicularis after various regression regimens. Atherosclerosis 1980;37:591-601
  • Malinow, M. R., Connor, W. E., McLaughlin, P., Stafford, C., Lin, D. S., Livingston, A. L., Kohler, G. O., and McNulty, W. P. Cholesterol and bile acid balance in Macaca fascicularis. Effects of alfalfa saponins. J Clin Invest 1981;67:156-162
  • Malinow, M. R., McLaughlin, P., and Stafford, C. Alfalfa seeds: effects on cholesterol metabolism. Experientia 5-15-1980;36:562-564

[/bg_collapse]

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Alfalfa Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Alfalfa, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Alfalfa?

Jika Anda lupa menggunakan Alfalfa, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Alfalfa Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Alfalfa?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Alfalfa yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 24 Maret). Alfalfa. Diakses pada 6 Juni 2020, dari https://www.farmasi-id.com/alfalfa/


Format MLA (Modern Language Association)

"Alfalfa". Farmasi-id.com. 24 Maret 2019. 6 Juni 2020. https://www.farmasi-id.com/alfalfa/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Alfalfa", 24 Maret 2019, <https://www.farmasi-id.com/alfalfa/> [Diakses pada 6 Juni 2020]


Bagikan ke Rekan Anda