Alfacalcidol

Farmasi-id.com > Obat Metabolisme Tulang > Alfacalcidol

By | 11/05/2019

Kandungan dan Komposisi Alfacalcidol

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

  • Pasien dengan gangguan ginjal berat yang membutuhkan terapi vitamin D.
  • Rakitis hipofosfatemia.
  • Hipokalsemia persisten karena hipoparatiroidisme dan pseudohipoparatiroidisme.
  • Pencegahan defisiensi vitamin D pada penyakit hati ginjal atau kolestatik.

Farmakologi

Alfacalcidol adalah bentuk suplemen vitamin D yang diklaim lebih memiliki manfaat dibandingkan bentuk vitamin D lainnya. Hal itu dikarenakan alfacalcidol memiliki waktu paruh yang jauh lebih lama dan tidak begitu membebani kinerja ginjal. Alfacalcidol sering diresepkan pada pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir yang karena penyakit itu menyebabkan kemampuan untuk melakukan hidroksilasi kedua untuk membentuk vitamin D aktif berkurang. Alfacalcidol merupakan suatu metabolit aktif sehingga tidak memerlukan proses hidroksilasi kedua di ginjal. Alfacalcidol dipatenkan pada 1971 dan secara resmi digunakan oleh dunia medis pada 1978.

Farmakokinetik:

  • Penyerapan: Diserap secara memadai dari saluran GI (oral).
  • Distribusi: Adiposa dan jaringan otot; memasuki ASI. Pengikatan protein: Khusus untuk α-globulin.
  • Metabolisme: Hati; cepat dikonversi menjadi kalsitriol.
  • Ekskresi: Kotoran dan urin (jumlah kecil).

Kontra Indikasi

Hiperkalsemia, kalsifikasi metastasis, hiperfosfatemia (kecuali bila terjadi dengan hipoparatiroidisme), hipermagnesemia.

Perhatian

  • Kehamilan, laktasi, gangguan ginjal, bayi, lanjut usia.
  • Pantau kadar serum kalsium pada pasien dengan gagal ginjal.
  • Perhatian pada hiperkalsiuria terutama pada mereka yang memiliki riwayat batu ginjal.
  • Hindari pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap injeksi mengandung propilen glikol.

Efek Samping

  • Anoreksia, mual, muntah, diare, lemah, poliuria, berkeringat, sakit kepala, haus, vertigo, pruritus, ruam, urtikaria.
  • Hiperkalsemia, hiperkalsiuria, dan kalsifikasi ektopik.
  • Dalam kasus gangguan ginjal, hiperfosfatemia.
  • Pada pasien dialisis hiperkalsemia, kemungkinan masuknya kalsium dari dialisat harus dipertimbangkan.

Overdosis

Gejala:

Dapat berupa anoreksia, lassitude, mual dan muntah, sembelit atau diare, poliuria, nokturia, berkeringat, sakit kepala, haus, mengantuk dan vertigo dan hiperkalsemia.

Penatalaksanaan:

  • Hentikan admin alfacalcidol.
  • Pengobatan bersifat simtomatik dan suportif.
  • Pastikan pasien terhidrasi dengan baik oleh i.v. infus saline (force diuresis).
  • Pantau elektrolit, kadar kalsium, fungsi ginjal, EKG (terutama pada pasien digitalis).
  • Pertimbangkan pengobatan dengan glukokortikosteroid, loop diuretik, bifosfonat, kalsitonin, dan hemodialisis dengan kadar kalsium rendah.

Interaksi Obat

  • Tiazid dapat meningkatkan risiko hiperkalsemia.
  • Beberapa antiepilepsi misalnya karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, dan primidon dapat meningkatkan kebutuhan vitamin D.
  • Rifampisin, isoniazid, dan kortikosteroid dapat mengurangi kemanjuran vitamin D.

Parameter Pemantauan

Lakukan pemantauan kadar konsentrasi plasma-kalsium pada pasien dengan gangguan ginjal.

Dosis dan Aturan Pakai

Pasien dengan gangguan ginjal berat yang membutuhkan terapi vitamin D.

Melalui mulut, atau dengan injeksi intravena

Untuk orang dewasa:

  • Awalnya 1 mikrogram setiap hari, dosis harus disesuaikan untuk menghindari hiperkalsemia; pemeliharaan 0,25–1 mcg setiap hari.

Untuk Lansia:

  • Awalnya 500 nanogram sehari, dosis disesuaikan untuk menghindari hiperkalsemia; pemeliharaan 0,25–1 mcg setiap hari.

Rakitis hipofosfatemia, hipokalsemia persisten karena hipoparatiroidisme dan pseudohipoparatiroidisme.

Melalui mulut, atau dengan injeksi intravena:

Untuk Anak 1 bulan – 11 tahun:

  • 25-50 nanogram/kg sekali sehari, dosis harus disesuaikan seperlunya; maksimum 1 mcg per hari.

Untuk Anak 12-17 tahun:

  • 1 mcg sekali sehari, dosis harus disesuaikan seperlunya.

Pencegahan defisiensi vitamin D pada penyakit hati ginjal atau kolestatik.

Melalui mulut, atau dengan injeksi intravena:

Untuk Anak 1 bulan – 11 tahun (berat badan hingga 20 kg):

  • 15–30 nanogram/ kg sekali sehari (maks. Per dosis 500 nanogram).

Untuk Anak 1 bulan – 11 tahun (berat badan 20 kg ke atas):

  • 250-500 nanogram sekali sehari, dosis harus disesuaikan seperlunya.

Untuk Anak 12-17 tahun:

  • 250-500 nanogram sekali sehari, dosis harus disesuaikan seperlunya.

Sediaan

Larutan suspensi, larutan injeksi, drop, kapsul.

Cara Penyimpanan

  • Kapsul: Simpan di bawah 25°C.
  • Cairan: Simpan pada suhu 2-8°C.

Nama Brand

Bon-One