Alendronic Acid

Farmasi-id.com > Obat Metabolisme Tulang > Alendronic Acid

By | 08/05/2019

Kandungan dan Komposisi Alendronic Acid

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

  • Perawatan osteoporosis pasca menopause pada wanita dan terapi pencegahan dan perawatan osteoporosis pada pria.
  • Pencegahan dan terapi osteoporosis diinduksi kortikosteroid pada wanita pasca menopause yang tidak menerima terapi pengganti hormon.
  • Alendronic acid membuat tulang lebih kuat dan mengurangi risiko patah akibat osteoporosis.

Farmakologi

Alendronic acid menghambat resorpsi tulang dengan mengikat hidroksiapatit tulang dan secara spesifik menghambat aktivitas osteoklas, sel-sel penyerap tulang.

Kontra Indikasi

  • Abnormalitas esofagus, hipokalsemia (alendronic acid dapat menurunkan kadar kalsium dalam darah), faktor lain yang menghambat pengosongan (striktur atau akalasia).
  • Alergi pada alendronic acid atau obat sejenis.
  • Memiliki masalah pencernaan atau masalah dalam menelan.
  • Memiliki masalah ginjal.
  • Memiliki penyakit kanker atau sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi.
  • Memiliki masalah pada gigi, atau sedang melakukan atau menanti perawatan gigi.
  • Merokok.
  • Hamil dan menyusui.

Peringatan dan Perhatian

  • Pasien dengan gangguan gastrointestinal atas.
  • Memiliki riwayat penyakit gastrointestinal mayor seperti ulkus peptikum, perdarahan gastrointestinal dan pernah menjalani pembedahan saluran GI bagian atas selain pyloroplasty.
    gangguan ginjal.
  • Wanita hamil dan menysuui.

Efek Samping

  • Gangguan gastrointestinal seperti nyeri perut, dispepsia, diare, sembelit.
  • Reaksi esofagus yang parah seperti esofagitis, erosi, ulserasi, penyempitan.
  • Ulkus peptikum, osteonekrosis rahang, nyeri tulang/sendi/otot, fraktur femoral, hipokalsemia, mual.
  • Jarang, sindrom Stevens Johnson, nekrolisis epidermal toksik.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Overdosis

Gejala:

Hipokalsemia, hipofosfatemia, efek samping GI bagian atas seperti sakit perut, mulas, esofagitis, gastritis, maag.

Penatalaksanaan:

Dapat memberikan susu atau antasida untuk mengikat alendronate. Pasien harus tetap dalam posisi tegak.

Interaksi

  • Penyerapan berkurang jika digunakan bersamaan dengan antasida dan suplemen kalsium.
  • Peningkatan efek samping iritasi gastrointestinal jika digunakan dengan aspirin atau obat OAINS.
  • Makanan dan minuman berpotensi mengurangi penyerapan.

Interferensi Hasil Lab

Kemungkinan mengintervensi agen diagnosa pada scan tulang.

Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa:

Peningkatan massa tulang pada pria akibat osteoporosis:

10 mg/hari atau 70 mg sekali seminggu.

Profilaksis osteoporosis pasca menopause:

5 mg/hari atau 35 mg sekali seminggu.

Osteoporosis diinduksi kortikosteroid:

5 mg/hari atau 10 mg/hari pada wanita pasca menopause yang tidak menerima estrogen.

Sediaan

Tablet, larutan oral, tablet effervescent.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20°-25°C terlindung dari cahaya dan kelembaban.

Nama Brand

Alovell, Nichospor, Osteofar, Voroste.