Alclomethasone Dipropionate

By | Februari 5, 2021 |

Deskripsi

Alclomethasone dipropionate merupakan suatu kortikosteroid sintetis, non-fluorinatad, dengan efek anti-inflarnasi, antipruritik dan vasokonstriktif.

Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Alclomethasone Dipropionate?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Alclomethasone Dipropionate adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Untuk menyembuhkan manifestasi inflamasi dan pruritus dari dermatoses yang responsif terhadap kortikosteroid.

Sekilas tentang obat kortikosteroid topikal
Kortikosteroid topikal dipakai untuk mengobati radang kulit yang bukan disebabkan oleh infeksi, khususnya penyakit eksim, dermatitis kontak, gigitan serangga dan eksim skabies bersama-sama dengan obat skabies. Kortikosteroid menekan berbagai komponen reaksi pada saat digunakan saja; kortikosteroid sama sekali tidak menyembuhkan, dan bila pengobatan dihentikan kondisi semula mungkin muncul kembali. Obat-obat ini diindikasikan untuk menghilangkan gejala dan penekanan tanda-tanda penyakit bila cara lain seperti pemberian emolien tidak efektif.

Kortikosteroid topikal tidak berguna dalam pengobatan urtikaria dan dikontraindikasikan untuk rosasea dan kondisi ulseratif, karena kortikosteroid memperburuk keadaan. Kortikosteroid tidak boleh digunakan untuk sembarang gatal dan tidak direkomendasikan untuk akne vulgaris.

Kortikosteroid sistemik atau topikal yang kuat sebaiknya dihindari atau diberikan pada psoriasis hanya di bawah pengawasan dokter spesialis karena walaupun obat ini dapat menekan psoriasis dalam jangka pendek, bisa timbul kekambuhan karena penghentian obat bahkan kadang memicu psoriasis pustuler yang hebat. Pemakaian topikal kortikosteroid yang kuat pada psoriasis yang luas dapat menimbulkan efek samping sistemik dan lokal. Cukup meresepkan kortikosteroid yang lebih lemah untuk jangka waktu singkat (2-4 minggu) untuk psoriasis fleksural dan wajah (penting: pada wajah jangan gunakan yang lebih kuat dari hidrokortison 1%). Pada kasus psoriasis kulit kepala boleh menggunakan kortikosteroid yang lebih kuat seperti betametason atau fluosinonid.

Secara umum kortikosteroid topikal yang paling kuat hanya dicadangkan untuk dermatosis yang sukar diatasi seperti diskoid kronis lupus eritematosus, lichen simplex chronicus, hypertrophic lichen planus dan palmoplantar pustulosis. Kortikosteroid yang kuat tidak boleh digunakan pada wajah dan fleksur kulit, tetapi kadang-kadang pada keadaan tertentu dokter spesialis meresepkannya untuk daerah tersebut dengan pengawasan khusus. Bila pengobatan topikal gagal, injeksi kortikosteroid intralesi khusus digunakan hanya pada kasus-kasus tertentu saja dengan lesi setempat (seperti parut keloid, lichen planus hypertrofik atau alopecia localised areata).

PEMAKAIAN PADA ANAK

Anak-anak khususnya bayi sangat rentan terhadap efek samping. Namun, jangan karena profil keamanan kortikosteroid topikal, maka anak-anak menjadi tidak diobati. Tujuannya adalah untuk mengatasi kondisi sebaik mungkin; pengobatan yang tidak memadai akan memperparah kondisi. Kortikosteroid lemah seperti salep atau krim hidrokortison 1% bermanfaat untuk mengobati ruam popok dan untuk eksim atopik pada masa kanak-kanak. Kortikosteroid sedang sampai kuat cocok untuk eksim atopik parah pada anggota badan, digunakan hanya 1-2 minggu, bila kondisi membaik ganti ke sediaan yang kurang kuat. Pada keadaan kambuhan akut eksim atopik cocok menggunakan sediaan kortikosteroid kuat dalam jangka pendek untuk mengendalikan kondisi penyakit. Penggunaan harian terus menerus tidak dianjurkan meskipun kortikosteroid ringan seperti hidrokortison 1% sebanding dengan betametason 0,1% yang digunakan sesekali. Untuk bayi di bawah 1 tahun, hidrokortison merupakan satu-satunya kortikosteroid yang direkomendasikan penggunaannya. Kortikosteroid lain dengan potensi lebih kuat dikontraindikasikan. Untuk anak usia di atas 1 tahun, kortikosteroid topikal dengan potensi kuat dan kuat-sedang sebaiknya digunakan dengan sangat hati-hati dan hanya digunakan dalam jangka pendek (1-2 minggu). Kortikosteroid yang sangat poten hanya dapat digunakan berdasarkan konsultasi dengan dokter spesialis kulit. Kortikosteroid topikal untuk anak dapat digunakan pada kondisi berikut:

  • Gigitan dan sengatan serangga: kortikosteroid dengan potensi ringan seperti krim hidrokortison 1 %

  • Ruam kulit yang disertai inflamasi berat akibat penggunaan popok pada bayi di atas 1 bulan: kortikosteroid dengan potensi ringan seperti hidrokortison 0,5 atau 1% selama 5-7 hari (dikombinasikan dengan antimikroba jika terjadi infeksi)

  • Eksim ringan hingga sedang, flexural dan eksim wajah atau psoriasis: kortikosteroid ringan seperti hidrokortison 1%

  • Eksim berat di sekitar badan dan lengan pada anak usia di atas 1 tahun: kortikosteroid dengan potensi kuat atau kuat; sedang selama hanya 1-2 minggu; segera ganti ke sediaan dengan potensi lebih ringan pada saat kondisi membaik

  • Eksim di sekitar area kulit yang mengeras (misal: telapak kaki): kortikosteroid topikal dengan potensi kuat dalam kombinasi dengan urea atau asama salisilat (untuk meningkatkan penetrasi kortikosteroid)

PILIHAN FORMULASI

Krim larut air untuk lesi yang lembab atau eksudatif dan salep umumnya dipilih untuk lesi yang kering, lichenified atau bersisik atau bila efek oklusif diperlukan. Losion mungkin berguna bila aplikasi minimal dibutuhkan untuk daerah yang luas atau untuk pengobatan luka eksudatif. Perban oklusif polythene meningkatkan absorpsi, tetapi juga meningkatkan efek samping. Oleh karena itu dipakai hanya di bawah pengawasan dalam jangka waktu pendek untuk daerah kulit yang sangat tebal (seperti telapak tangan dan kaki). Penambahan urea atau asam salisilat meningkatkan penetrasi dari kortikosteroid.

KEKUATAN KORTIKOSTEROID TOPIKAL
PotensiContoh
Ringan Hidrokortison 1%
Kuat-sedang Klobetason butirat 0.05%
Kuat Betametason 0,1% (sebagai valerat), Hidrokortison butirat
Sangat Kuat Klobetasol propionat 0,05%

Sediaan yang mengandung kortikosteroid paling ringan dengan dosis efektif terendah merupakan salah satu pilihan. Sedapat mungkin pengenceran harus dihindari.

PERINGATAN

Hindari penggunaan jangka panjang kortikosteroid topikal pada wajah karena dapat meninggalkan bekas yang tidak hilang (dan hindarkan dari mata). Pada anak-anak hindari penggunaan jangka panjang dan penggunaan kortikosteroid kuat atau sangat kuat harus di bawah pengawasan dokter spesialis. Peringatan keras juga ditujukan pada dermatosis pada bayi termasuk ruam popok, pengobatan sebaiknya dibatasi 5-7 hari. PSORIASIS. Penggunaan kortikosteroid kuat dan sangat kuat pada psoriasis dapat menyebabkan penyakit muncul lagi, timbulnya psoriasis pustular yang merata dan toksisitas lokal dan sistemik.

KONTRA INDIKASI

Lesi kulit akibat bakteri, jamur atau virus yang tidak diobati; rosasea (jerawat rosasea) dan perioral dermatitis; kortikosteroid kuat dikontraindikasikan untuk plak psoriasis dengan sebaran yang luas.

EFEK SAMPING

Berbeda dengan golongan yang kuat dan sangat kuat, kelompok kortikosteroid sedang dan lemah jarang menyebabkan efek samping. Semakin kuat sediaannya, semakin perlu untuk berhati-hati, karena absorpsi dari kulit dapat menyebabkan penekanan adrenal dan Cushing syndrome (lihat 8.3.2) tergantung dari daerah tubuh yang diobati dan lamanya pengobatan. Perlu diingat bahwa absorpsi terbanyak terjadi dari kulit yang tipis, permukaan kasar serta daerah lipatan kulit dan absorpsi ditingkatkan oleh adanya oklusi.

Efek samping lokal meliputi:

  • Penyebaran dan perburukan infeksi yang tidak diobati

  • Penipisan kulit yang belum tentu pulih setelah pengobatan dihentikan karena struktur asli mungkin tak akan kembali

  • Striae atrofis yang menetap

  • Dermatitis kontak

  • Dermatitis perioral

  • Jerawat, perburukan jerawat atau rosasea

  • Depigmentasi ringan; yang mungkin hanya sementara tetapi bisa menetap sebagai bercak-bercak putih

  • Hipertrikosis

Untuk meminimalkan efek samping kortikosteroid topikal, pemakaian sediaan ini hendaknya dioleskan secara tipis saja pada daerah yang akan diobati dan gunakan kortikosteroid yang paling kecil kekuatannya tapi efektif.

FREKUENSI APLIKASI

Sediaan kortikosteroid sebaiknya diberikan sekali atau dua kali sehari saja. Tidak perlu mengoleskan obat ini lebih sering. Kortikosteroid topikal diratakan secara tipis pada kulit. Panjang/banyaknya salep/krim yang dikeluarkan dari tube dapat digunakan untuk menentukan banyaknya obat yang dioleskan pada kulit. Berikut ini adalah besar kemasan sediaan kortikosteroid yang tepat untuk peresepan bagi daerah tubuh tertentu.
Bagian tubuh Krim dan Salep
Wajah dan leher 15 hingga 30 g
Tangan15 hingga 30 g
Kulit kepala15 hingga 30 g
Lengan 30 hingga 60 g
Kaki 100 g
Badan100 g
Selangkangan dan alat kelamin15 hingga 30 g

Jumlah ini biasanya cocok untuk dewasa dengan penggunaan dua kali sehari selama seminggu. Mencampur sediaan topikal pada kulit se-dapat mungkin sebaiknya dihindari, sekurang-kurangnya sebaiknya berselang 30 menit antara pemakaian sediaan yang berbeda. Penggunaan emolien sesaat sebelum pemakaian kortikosteroid adalah tidak tepat.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Alclomethasone Dipropionate?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Alclomethasone Dipropionate:

Oleskan selapis tipis Krim atau Salep pada bagian kulit yang sakit dua atau tiga kali sehari; gosok perlahan-lahan sampai obat tidak terlihat.

Apa saja Perhatian Penggunaan Alclomethasone Dipropionate?

  • Bila terjadi iritasi atau sensitisasi, pengobatan harus dihentikan dan diberikan terapi yang sesuai. Bila ada infeksi, harus diberikan preparat antifungal atau antibakterial. Bila tidak segera terjadi respons yang memuaskan, kortikosteroid harus dihentikan sampai infeksi teratasi. Absorpsi sistemik dari kortikosteroid topikal akan meningkat pada pengobatan bagian tubuh yang luas atau bila digunakan teknik oklusif. Harus dilakukan tindakan yang sesuai di bawah kondisi demikian ini atau bila diperkirakan untuk pemakaian jangka panjang, terutama pada bayi dan anak-anak
  • Tidak untuk pemakaian pada mata
  • Pemberian kortikosteroid topikal pada anak-anak harus dibatasi pada jumlah yang sangat sedikit sesuai dengan cara pengobatan yang efektif. Terapi kortikosteroid kronis dapat menganggu pertumbuhan dan perkembangan anak
  • Pemakaian pada anak: Penderita pediatrik dapat menunjukkan kerentanan yang lebih besar dari pada penderita dewasa terhadap terjadinya supresi poros HPA karena induksi kortikosteroid topikal dan terhadap efek-efek kortikosteroid eksogen karena absorpsi yang lebih besar yang dikarenakan rasio luas permukaan tubuh terhadap berat badannya lebih besar
  • Supresi poros HPA, sindroma Cushing, retardasi pertumbuhan linier, penambahan berat badan yang tertunda, dan hipertensi intrakranial pernah dilaporkan pada anak-anak yang menerima kortikosteroid topikal
  • Manifestasi dari supresi adrenal pada anak-anak meliputi kadar kortisol dalam plasma yang rendah dan tidak adanya respons terhadap stimulasi ACTH. Manifestasi dari hipertensi intrakranial meliputi fontanel yang menonjol, sakit kepala dan papiledema bilateral
  • Pemakaian Selama Kehamilan dan pada Wanita yang Menyusui: Karena keamanan pemakaian kortikosteroid topikal pada wanita hamil belum ditetapkan, obat-obat dari golongan ini dapat digunakan selama kehamilan hanya bila potensi manfaatnya sebanding dengan potensi risikonya terhadap janin
  • Obat-obat dari golongan ini jangan digunakan secara ekstensif dalam jumlah besar atau untuk jangka waktu yang lama pada penderita yang sedang hamil
  • Karena belum diketahui apakah pemberian topikal dari kortikosteroid dapat mengakibatkan absorpsi sistemik yang cukup untuk menghasilkan jumlah dalam air susu yang dapat dideteksi, harus dibuat suatu keputusan untuk berhenti menyusui atau menghentikan obat, dengan mempertimbangkan pentingnya obat bagi ibu
  • Kelebihan dosis: Pemakaian topikal dapat diabsorpsi, dalam jumlah yang cukup dapat mengakibatkan efek sistemik
  • Gejala: Pemakaian jangka panjang yang berlebihan dari kortikosteroid topikal dapat menekan fungsi pituitaria-adrenal yang dapat berakibat insufisiensi adrenal sekunder, dan menyebabkan manifestasi hiperkortikisme, termasuk penyakit Cushing
  • Pengobatan: Dianjurkan pengobatan simtomatik yang sesuai. Gejala-gejala hiperkortikoid akut benar-benar reversibel. Bila perlu perbaiki ketidakseimbangan elektrolit. Pada kasus toksisitas kronis, dianjurkan
    penghentian kortikosteroid secara lambat atau bertahap

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Alclomethasone Dipropionate Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Alclomethasone Dipropionate?

Jika Anda lupa menggunakan Alclomethasone Dipropionate, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Alclomethasone Dipropionate Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Alclomethasone Dipropionate?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Alclomethasone Dipropionate yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Alclomethasone Dipropionate?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Alclomethasone Dipropionate yang mungkin terjadi adalah:

  • Yang jarang dilaporkan dengan pemakaian krim adalah rasa gatal, rasa terbakar, eritema, kulit kering, iritasi, ruam papular
  • Yang jarang dilaporkan dengan pemakaian salep adalah rasa gatal, rasa terbakar, eritema
  • Efek Samping lokal lainnya yang dilaporkan dengan pemakaian kortikosteroid topikal, terutama di bawah pembalut oklusif, meliputi folikulitis, hipertikosis, erupsi menyerupai akne, hipopigmentasi, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi, maserasi dari kulit, infeksi sekunder, atrofi kulit, strie dan miliaria

Apa Saja Kontraindikasi Alclomethasone Dipropionate?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Alclomethasone Dipropionate dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Alclomethasone dipropionate dikontraindikasikan pada pasien dengan riwayat reaksi sensitivitas terhadap setiap komponennya atau terhadap kortikosteroid lainnya
  • Rosasea, akne, dermatitis perioral, infeksi tuberkulosa dan virus pada kulit, infeksi kulit jamur atau bakterial

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil dan Menyusui

Karena keamanan pemakaian kortikosteroid topikal pada wanita hamil belum ditetapkan, obat-obat dari golongan ini dapat digunakan selama kehamilan hanya bila potensi manfaatnya sebanding dengan potensi risikonya terhadap janin. Karena belum diketahui apakah pemberian topikal dari kortikosteroid dapat mengakibatkan absorpsi sistemik yang cukup untuk menghasilkan jumlah dalam air susu yang dapat dideteksi, harus dibuat suatu keputusan untuk berhenti menyusui atau menghentikan obat, dengan mempertimbangkan pentingnya obat bagi ibu.

Nama Brand Alclomethasone Dipropionate?

Aloderm, Perderm, Cloderm

Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *