Adacel

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Vaksin Antiserum & Imunologikal > Vaksin Tetanus dan Difteri > Adacel

Kandungan dan Komposisi Adacel

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Adacel adalah:

Tiap 0.5 mL Adacel vaccine mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Tetanus toxoid 5 Lf
  • Diphtheria toxoid 2 Lf
  • Component pertussis (pertussis toxoid 2.5 mcg, filamentous haemagglutinin 5 mcg, fimbrial agglutinogens 2+3 5 mcg, pertactin 3 mcg)

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Adacel

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Adacel adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Kegunaan Adacel vaccine adalah sebagai imunisasi booster aktif untuk pencegahan tetanus, difteri dan pertusis (batuk rejan) pada usia 4 sampai 6 tahun dan 11 tahun atau lebih
  • Adacel vaccine bisa dipertimbangkan sebagai alternatif untuk dosis kelima tetanus, difteri dan Acellular pertussis vaccine (DTaP) pada anak-anak berusia 4 sampai 6 tahun
  • Bisa digunakan bersamaan dengan pemberian vaksin Poliomielitis (IPV) yang tidak aktif untuk melengkapi rangkaian vaksinasi pada usia yang diindikasikan
  • Adacel vaccine tidak digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh Bordetella pertusis, Corynebacterium diphtheriae atau infeksi Clostridium tetani

Cara Kerja Obat

Adacel vaccine adalah vaksin campuran tetanus dan diphtheria toxoid yang teradsorbsi secara terpisah pada aluminium fosfat, dikombinasikan dengan acellular pertussis vaccine dan tersuspensi dalam air untuk injeksi. Acellular pertussis vaccine terdiri dari 5 antigen pertusis yang dimurnikan (PT, FHA, PRN dan FIM).

Vaksin tetanus (Tetanus toxoid) adalah vaksin aktif yang digunakan untuk mencegah tetanus. Selama masa anak-anak dianjurkan diberikan 5 dosis, kemudian dosis ke 6 diberikan selama masa remaja. Dosis tambahan dianjurkan diberikan setiap 10 tahun. Pada mereka yang vaksinasinya tidak up to date, tetanus booster harus diberikan dalam waktu 48 jam dari setelah mengalami luka.

Vaksin difteri (diphtheria toxoid) adalah vaksin yang digunakan untuk melawan Corynebacterium diphtheriae, bakteri yang menyebabkan difteri. Tiga dosis awal sangat direkomendasikan. Vaksin ini efektif untuk sekitar 10 tahun, setelah itu dibutuhkan dosis booster. Imunisasi bisa dimulai pada usia enam minggu kemudian dosis selanjutnya diberikan setiap empat minggu.

Vaksin pertusis adalah vaksin yang melindungi dari batuk rejan. Vaksin ini terdiri dari 2 tipe utama : whole-cell vaccines and acellular vaccines. whole-cell vaccines efektif sekitar 78% sedangkan acellular vaccines sekitar 71-85%. Efektivitas vaksin menurun antara 2 dan 10% per tahun. Penurunan efektivitas terjadi lebih cepat pada acellular vaccines. acellular vaccines lebih umum digunakan di negara maju karena efek sampingnya lebih kecil.

Sekilas Tentang Vaksin
Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit - penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya. Agen merangsang sistem imun untuk mengenali agen sebagai ancaman, menghancurkannya, dan untuk lebih mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen yang mungkin ditemui di masa depan. Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan oleh patogen alami atau "liar") atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker).

Pemberian vaksin disebut vaksinasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Kekebalan karena vaksinasi terjadi menyeluruh di dunia sebagian besar bertanggung jawab atas pemberantasan cacar dan pembatasan penyakit seperti polio, campak, dan tetanus. Efektivitas vaksinasi telah dipelajari dan diverifikasi secara luas, misalnya vaksin terbukti efektif termasuk vaksin influenza,vaksin HPV, dan vaksin cacar air.
Sekilas Tentang difteri
Difteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Difteri ialah penyakit yang mengerikan di mana masa lalu telah menyebabkan ribuan kematian, dan masih mewabah di daerah-daerah dunia yang belum berkembang. Orang yang selamat dari penyakit ini menderita kelumpuhan otot-otot tertentu dan kerusakan permanen pada jantung dan ginjal. Anak-anak yang berumur satu sampai sepuluh tahun sangat peka terhadap penyakit ini.

Kuman difteri disebarkan oleh menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita.

Gejala yang muncul ialah sakit tenggorokan, demam, sulit bernapas dan menelan, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung, dan sangat lemah. Kelenjar getah bening di leher membesar dan terasa sakit. Lapisan(membran) tebal terbentuk menutupi belakang kerongkongan atau jika dibuangkan menutup saluran pernapasan dan menyebabkan kekurangan oksigen dalam darah.

Perawatan bagi penyakit ini termasuk antitoksin difteri, yang melemahkan toksin dan antibiotik. Eritromisin dan penisilin membantu menghilangkan kuman dan menghentikan pengeluaran toksin. Membuat lubang pada pipa saluran pernapasan atas(tracheotomy) mungkin perlu untuk menyelamatkan nyawa. Umumnya difteri dapat dicegah melalui vaksinasi. Bayi, kanak-kanak, remaja, dan orang dewasa yang tidak mempunyai cukup pelalian memerlukan suntikan booster setiap 10 tahun.

Dosis dan Aturan Pakai Adacel

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Adacel:

0,5 mL secara intramuskular pada otot deltoid.

Kontraindikasi Adacel

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Adacel dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Kontraindikasi untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komponen Adacel vaccine, atau pernah mengalami reaksi yang mengancam jiwa setelah pemberian vaksin sebelumnya atau vaksin yang mengandung satu atau lebih komponen yang sama. Karena sulit dipastikan komponen vaksin mana yang mungkin bertanggung jawab, bisa dipertimbangkan untuk menemui ahli alergi untuk evaluasi jika imunisasi lebih lanjut dipertimbangkan
  • Ensefalopati (misalnya koma, tingkat kesadaran yang menurun, kejang yang berkepanjangan) dalam 7 hari dari dosis awal yang mengandung pertusis (yang tidak terkait dengan penyebab lain yang dapat diidentifikasi) adalah kontraindikasi dilakukannya vaksinasi dengan vaksin yang mengandung pertusis toxoid
  • Tidak diindikasikan untuk imunisasi anak di bawah usia 4 tahun

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Adacel Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Adacel?

Jika Anda lupa menggunakan Adacel, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Adacel Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Adacel?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Adacel yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Adacel

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Adacel yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh : Reaksi hipersensitivitas (angioedema, edema, ruam, hipotensi)
  • Gangguan Sistem Nervous : Paraesthesia, hypoesthesia, sindrom Guillain-Barre, neuritis brakialis, kelumpuhan wajah, kejang, sinkop, myelitis
  • Gangguan Jantung : Miokarditis
  • Gangguan Jaringan Kulit dan Subkutan : Pruritus, urtikaria
  • Gangguan Jaringan Musculoskeletal dan Jaringan Kerja: Myositis, kejang otot
  • Gangguan pada situs injeksi : pembengkakan pada tempat suntikan telah dilaporkan setelah pemberian Adacel vaccine pada remaja dan orang dewasa
  • Reaksi ini biasanya dimulai dalam waktu 24-72 jam setelah vaksinasi. Biasanya disertai dengan eritema, rasa panas, nyeri tekan atau nyeri pada tempat suntikan. Umumnya sembuh secara spontan dalam waktu 3-5 hari

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Adacel

  • Tinjau riwayat penerima tentang kemungkinan hipersensitifitas terhadap Vaksin atau vaksin serupa, riwayat imunisasi sebelumnya, dan adanya kontraindikasi sebelum melakukan imunisasi
  • Seperti halnya vaksin apapun, Adacel vaccine tidak melindungi 100% orang yang divaksinasi
  • Reaksi hipersensitivitas tipe Arthus, ditandai dengan reaksi lokal yang parah (biasanya dimulai 2 sampai 8 jam setelah suntikan), dapat terjadi pada penerimaan tetanus toxoid. Reaksi semacam itu dapat dikaitkan dengan tingginya kadar antitoksin yang beredar pada orang-orang yang telah terlalu sering mendapat suntikan toksin tetanus
  • Tunda vaksinasi bila penerima menderita penyakit akut atau demam. Namun, penyakit dengan demam ringan biasanya tidak menjadi alasan untuk menunda vaksinasi
  • Adacel vaccine tidak boleh diberikan pada individu dengan kelainan neurologis progresif atau tidak stabil, epilepsi yang tidak terkontrol atau ensefalopati progresif sampai rejimen pengobatan telah ditetapkan, kondisinya telah stabil dan manfaatnya jelas lebih besar daripada risikonya
  • Sebuah tinjauan oleh US Institute of Medicine (IOM) menemukan bukti adanya hubungan kausal antara toksoid tetanus dan neuritis brakialis dan sindrom Guillian-Barre (GBS). Jika GBS terjadi dalam waktu 6 minggu sejak diterimanya vaksin yang mengandung toksoid tetanus, keputusan pemberian Adacel vaccine atau vaksin yang mengandung toksoid tetanus harus didasarkan pada pertimbangan cermat potensi manfaat dan kemungkinan risiko yang mungkin timbul
  • Beberapa kasus penyakit kelumpuhan pada sistem saraf pusat, mononeuropati perifer dan mononeuropati kranial telah dilaporkan setelah vaksin yang mengandung toksoid tetanus dan / atau difteri, walaupun IOM menyimpulkan bahwa bukti tersebut tidak memadai untuk menerima atau menolak hubungan kausal antara kondisi ini dan Vaksinasi
  • Efek pemberian Adacel vaccine selama menyusui belum diketahui. Karena Adacel vaccine tidak aktif, risiko pada ibu atau bayi sepertinya tidak mungkin terjadi. Namun, resiko dan manfaat vaksinasi harus dinilai sebelum membuat keputusan untuk mengimunisasi wanita menyusui

Kategori Keamanan Penggunaan Adacel Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Adacel untuk digunakan oleh wanita hamil:

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan vaksin ini kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

  • Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar

Karena vaksin ini tidak aktif, risiko terhadap embrio atau janin sepertinya tidak mungkin terjadi. Namun, menggunakan vaksin ini pada kehamilan tidak dianjurkan kecuali ada kepastian tidak adanya risiko menderita pertusis. Karena efek Adacel vaccine terhadap perkembangan embrio dan janin belum dilakukan penilaian, manfaat versus risiko pemberian Adacel vaccine selama kehamilan harus dievaluasi secara hati-hati.

Interaksi Obat Adacel

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Adacel antara lain:

  • Pengobatan imunosupresif dapat mengganggu perkembangan respons imun yang diharapkan
  • Adacel vaccine dapat diberikan bersamaan dengan trivalent inactivated influenza vaccine dan dengan hepatitis B vaccine pada anak berusia 11 sampai 12 tahun

Kemasan dan Sediaan Adacel

, Sediaan, Izin BPOM

  • DKI1355500343A1, Dus @ 1 vial @ 0,5 ml (1 dosis), injeksi
  • DKI1355500343A1, Dus @ 5 vial @ 0,5 ml (1 dosis), injeksi

Produsen Adacel

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Adacel:

Sanofi Pasteur Limited – Canada

Importir

Aventis Indonesia Pharma

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *