Acyclovir Promed

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Acyclovir Promed

By | 18/06/2017

Komposisi 

Tiap tablet mengandung :

Acyclovir 400 mg

Indikasi

  • Infeksi Virus Herpes Simplex tipe-1 dan tipe-2 pada kulit dan selaput mukosa termasuk Herpes Genitalis yang inisial dan rekuren.
  • Pencegahan infeksi Herpes Simplex pada penderita Immuno-compromised
  • Supresi (pencegahan kekambuhan) infeksi herpes simplex rekuren pada penderita Imuno competent.
  • Pengobatan infeksi herpes zoster dan varicella

Dosis

Dewasa:

  • Pengobatan Herpes Simplex : 200 mg, 5 x sehari, dilakukan kontinyu selama 5 hari.
  • Dosis untuk pengobatan infeksi Herpes zoster dan varicella : 800 mg, 5x sehari selama 7 hari secara teratur.
  • Pada penderita gangguan fungsi ginjal dosis yang dianjurkan : 200 mg 2x sehari dengan interval pemberian 12 jam.

Anak-anak:

  • Dosis yang lebih akurat dapat dihitung berdasarkan berat badan : 20 mg/kgBB (tidak lebih dari 800 mg) 4x sehari selama 5 hari secara teratur.

Kontra Indikasi

Penderita hipersensitifitas terhadap komponen obat ini.

Kemasan dan Sediaan

Acyclovir 400 mg, Dus 5 Strip @ 10 Tablet

Izin BPOM

No. Reg. : GKL 0733206510A1

Produsen

PT. Promedrahardjo Farmasi Industri

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.