Actilyse

By | Mei 9, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Antikoagulan, Antiplatelet, & Fibrinolitik (Trombolitik) > Actilyse

Kandungan dan Komposisi Actilyse

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Actilyse:

Alteplase (rekombinan aktivator plasminogen jenis jaringan manusia).

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Actilyse

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Actilyse:

Pengobatan trombolitik pada infark miokard akut, emboli pulmonal masif akut dengan hemodinamik yang tidak stabil, & stroke iskemik akut.

Dosis dan Aturan Pakai Actilyse

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Actilyse:

Infark miokard Pasien BB > 65 kg Awal 15 mg (IV bolus), kmd 50 mg sbg infus IV pada 30 mnt pertama, diikuti 35 mg selama 60 mnt s/d dosis maks 100 mg. Pasien dengan BB < 65 kg Awal 15 mg sebagai bolus IV & 0.75 mg/kg BB selama 30 mnt (maks: 50 mg), diikuti dengan 0.5 mg/kg secara infus selama 60 mnt (maks: 35 mg). Rejimen terapi 3 jam: 10 mg sbg bolus IV, kmd 50 mg infus IV selama 1 jam pertama, diikuti 10 mg selama 30 mnt s/d dosis maks 100 mg selama 3 jam. Maks: 1.5 mg/kgBB.Emboli paru 10 mg sbg bolus IV selama 1-2 mnt, kmd 90 mg sbg infus IV selama 2 jam. Maks: 1.5 mg/kgBB pada pasien BB < 65 kg. Stroke iskemik akut 0.9 mg/kg BB secara infus selama 60 mnt dengan 10% dosis total diberikan sbg bolus IV awal. Terapi mulai diberikan dalam wkt 3 jam sesudah timbulnya gejala.

Kontraindikasi Actilyse

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Actilyse dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Diastesis hemoragik; mendapat terapi antikoagulan oral; perdarahan intrakranial termasuk perdarahan subaraknoid; stroke atau kerusakan SSP; hipertensi arterial berat & tak terkontrol; tindakan bedah mayor atau trauma yang signifikan dalam wkt 3 bln belakangan; resusitasi kardiopulmoner yang berkepanjangan atau traumatik (>2 mnt), persalinan obstetrik, pungsi pembuluh darah non kompresibel yang blm lama dilakukan; perdarahan retinopati; endokarditis bakterial, perikarditis; pankreatitis akut; penyakit GI ulseratif dalam 3 bln belakangan; aneurisma arterial, malformasi arteri/vena; neoplasma dengan meningkatnya risiko perdarahan; gangguan fungsi hati berat. Gejala serangan stroke iskemik dimulai >3 jam sblm pemberian infus atau onset timbulnya gejala tidak diketahui; perbaikan stroke iskemik akut yang cepat atau ringan; kejang pada saat onset stroke; pemberian heparin dalam wkt 48 jam sblm terjadinya onset stroke dengan peningkatan waktu tromboplastin parsial yang teraktivasi; jumlah trombosit <100000/mm3; TD >185/>110 mmHg; glukosa darah <50 atau >400 mg/dL. Anak & remaja <18 tahun atau dws >80 tahun.

Perhatian Penggunaan Actilyse

Perdarahan, pemberian injeksi IM yang blm lama dilakukan atau trauma minor yang baru saja terjadi seperti biopsi, pungsi pembuluh darah besar, pijat jantung untuk resusitasi. Kondisi dengan risiko perdarahan yang meningkat, TD sistolik >160 mmHg. Lanjut usia. Hamil & laktasi. Pd terapi infark miokard akut: Trombolisis koroner dapat tjd pada aritmia yang disertai dengan reperfusi, risiko tromboemboli dapat meningkat pada pasien dengan trombus jantung kiri misalnya stenosis mitral atau fibrilasi atrium. Pd terapi stroke iskemik akut: Pra-terapi dengan aspirin. Terapi tidak boleh dimulai lebih dari 3 jam sesudah timbulnya gejala. Monitor TD s/d 24 jam selama terapi.

Efek Samping Actilyse

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Actilyse:

Perdarahan (baik superfisial atau internal pada GI, saluran urogenital, retroperitoneum, atau SSP, atau perdarahan pada organ parenkimatosa); embolisasi kristal kolesterol atau embolisasi trombotik, aritmia reperfusi, mual, muntah, ekimosis, epistaksis, penurunan drastis TD, peningkatan suhu tubuh, reaksi anafilaktoid.

Interaksi Obat Actilyse

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Actilyse antara lain:

Antikoagulan kumarin, penghambat agregasi platelet, heparin & obat lain yang mempengaruhi koagulasi, ACE inhibitor.

Kategori Keamanan Penggunaan Actilyse Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Actilyse untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Kemasan, Sediaan, dan Harga Actilyse

Actilyse infusion 50 mg (+ vial 50 mL water for Injeksi & IV kit) 1’s (Rp6,547,530/vial)

Izin BPOM Actilyse

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Actilyse:

DKI9052500344A1

Produsen Actilyse

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Actilyse:

Boehringer Ingelheim

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Actilyse Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Actilyse, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Actilyse?

Jika Anda lupa menggunakan Actilyse, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Actilyse Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Actilyse?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Actilyse yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 9 Mei). Actilyse. Diakses pada 3 Juni 2020, dari https://www.farmasi-id.com/actilyse/


Format MLA (Modern Language Association)

"Actilyse". Farmasi-id.com. 9 Mei 2020. 3 Juni 2020. https://www.farmasi-id.com/actilyse/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Actilyse", 9 Mei 2020, <https://www.farmasi-id.com/actilyse/> [Diakses pada 3 Juni 2020]


Bagikan ke Rekan Anda