Actazolam

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Ansiolitik > Actazolam

By | 08/01/2015
ProdusenActavis
KomposisiAlprazolam.
IndikasiTerapi jangka pendek untuk ansietas sedang atau berat, & ansietas yang berhubungan dengan depresi.
DosisDws 0.25-0.5 mg 3 x/hari. Dosis dapat ditingkatkan dengan interval 3-4 hari hingga maks 4 mg/hari dalam dosis terbagi.Pasien lanjut usia, kondisi sangat lemah, & gangguan fungsi hati berat 0.25 mg 2-3 x/hari.
Pemberian ObatDapat diberikan bersama atau tanpa makanan : Efek Samping, seperti mengantuk, dapat dikurangi jika obat diberikan segera sesudah makan.
Kontra IndikasiGlaukoma sudut sempit akut. Miastenia gravis, insufisiensi pulmonal akut, kondisi fobia, obsesi psikosis kronik. Anak, bayi prematur.
PerhatianDpt tjd ketergantungan. Tdk untuk digunakan sbg pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi. Tdk dianjurkan untuk mengemudi atau mengoperasikan mesin. Pasien dengan penyakit hati atau ginjal kronik, gangguan pernapasan, kelemahan otot, & riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol. Penderita kelainan kepribadian yang nyata. Hindari penggunaan jangka panjang. Insufisiensi pulmonal kronik. Hamil, laktasi. Lanjut usia & sangat lemah. Anak <10 tahun.
Efek SampingMengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, kepala terasa ringan, bingung, halusinasi, penglihatan kabur. Jarang: sakit kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan GI, ruam kulit, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah, ikterus.
Interaksi ObatEfek ditingkatkan oleh obat yang menekan SSP, alkohol, barbiturat. Ekskresi dihambat oleh simetidin.
Kategori Keamanan Kehamilan D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
SediaanKemasan/Harga
Actazolam tablet 0.5 mg
30’s (Rp45,000/pak)
Actazolam tablet 1 mg
30’s (Rp65,000/pak)
Sekilas Tentang Obat Ansiolitik

Ansiolitik disebut juga antipanik atau agen ansietas adalah obat atau zat yang menghambat kecemasan. Obat-obat ansiolitik telah digunakan untuk pengobatan gangguan kecemasan dan gejala-gejala psikologis dan fisiknya. Terapi cahaya dan intervensi lain juga diketahui memiliki efek ansiolitik.

Penghambat beta-reseptor seperti propranolol dan oxprenolol meskipun bukan ansiolitik, dapat digunakan untuk melawan gejala kecemasan somatik seperti takikardia dan jantung berdebar. Ansiolitik juga disebut sebagai obat penenang minor. Istilah ini kurang umum dalam naskah dan jurnal ilmiah dan pada awalnya berasal dari dikotomi dengan obat penenang utama, juga dikenal sebagai neuroleptik atau antipsikotik. Ada kekhawatiran bahwa beberapa GABAergik, seperti benzodiazepin dan barbiturat, mungkin memiliki efek ansiogenik jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Ansiogenik adalah obat atau zat yang memiliki efek yang meningkatkan kecemasan.

Beberapa jenis obat yang termasuk ansiolitik antara lain:

Barbiturat memberikan efek ansiolitik namun risiko penyalahgunaan dan efek sedasi yang ditimbulkan cukup tinggi. Banyak ahli menganggap obat ini sudah terlalu usang untuk mengobati kecemasan tetapi masih berguna untuk pengobatan jangka pendek dari insomnia berat, meskipun hanya digunakan jika terapi dengan benzodiazepin atau non-benzodiazepin telah gagal.

Benzodiazepine digunakan untuk menghilangkan kecemasan parah dalam jangka pendek dan jangka panjang. Benzodiazepine juga dapat diindikasikan untuk menutupi periode laten terkait dengan obat yang diresepkan untuk mengobati gangguan kecemasan yang mendasarinya. Benzodiazepine digunakan untuk mengobati berbagai kondisi dan gejala dan biasanya merupakan pilihan pertama ketika SSP jangka pendek diperlukan. Jika benzodiazepine dihentikan dengan cepat setelah diminum setiap hari selama dua minggu atau lebih, ada risiko penarikan benzodiazepine dan sindrom rebound, yang bervariasi tergantung obat spesifiknya. Toleransi dan ketergantungan juga dapat terjadi, tetapi mungkin dapat diterima secara klinis. Penyalahgunaan obat benzodiazepine lebih kecil daripada dalam kasus barbiturat. Efek samping kognitif dan perilaku mungkin dapat terjadi. Obat yang termasuk dalam benzodiazepin meliputi:


  1. Alprazolam (Xanax)

  2. Bromazepam (Lectopam, Lexotan)

  3. Chlordiazepoxide (Librium)

  4. Clonazepam (Klonopin, Rivotril)

  5. Clorazepate (Tranxene)

  6. Diazepam (Valium)

  7. Flurazepam (Dalmane)

  8. Lorazepam (Ativan)

  9. Oxazepam (Serax, Serapax)

  10. Temazepam (Restoril)

  11. Triazolam (Halcion)